Ahmad Ishak: Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Tikep Keliru

Editor: Admin author photo
Kantor DPRD Kota Tidore Kepulauan
TIDORE--Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Ridwan Moh. Yamin menyatakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dicomot dari Dana Desa (DD), bermasalah. Menurut dia, ada mark up yang dilakukan oleh sejumlah Kepala Desa (Kades) di wilayah Tikep. Dia justru menuding ada Kades yang mengikutsertakan nama fiktif. Terlebih lagi, nama fiktif yang dimaksud Ridwan tak lain adalah nama warga yang sudah meninggal.

Bagai gayung bersambut, pernyataan Ridwan Moh. Yamin lantas menuai arus protes. Terutama dari sejumlah Kades di sana. Kades Maitara Tengah, Muchlis Malagapi, misalnya. Ia justru menganggap statement Ridwan Moh. Yamin tak lebih dari isapan jempol belaka. Artinya, temuan yang disampaikan Ketua Pansus Covid-19 itu dianggapnya mengada-ada.

Untuk itu, 49 pemerintahan desa (pemdes) di Tikep melalui kadesnya meminta agar hasil temuan Pansus DPRD itu dibuka ke publik. "Kalau orang mati dapat BLT, dia dapat di kuburan mana, harus diperjelas, itu seharusnya disebutkan lokasinya, desa apa saja. Sepanjang yang torang (Kami-Red) tahu, tidak ada orang mati yang dapat bantuan," ujar Muchlis Malagapi dengan nada tinggi, kepada NusantaraTimur, via telepon, Kamis (28/5/2020).

Malagapi menyatakan tak habis pikir dengan pernyataan Ridwan Moh. Yamin. Bagi dia, seharusnya Pansus menyodorkan data dan fakta terkait masalah ini. "Kalau benar Pansus punya bukti maka saya minta dibuka dan disampaikan seperti apa data temuan yang dimiliki Pansus, jangan sampai menjadi fitnah, karena fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan," tegasnya, kesal.

Rupanya, tak hanya Malagapi yang menentang temuan Pansus Covid-19 itu. Di dalam tubuh wakil rakyat saja, misalnya, pernyataan Ridwan Moh. Yamin dianggap tak benar. Bahkan, Ketua DPRD Kota Tikep angkat bicara soal ini. Ketua DPRD Kota Tikep, Ahmad Ishak, malah menyayangkan ‘nyanyian’ Ketua Pansus Covid-19, itu.

"Persoalan ini sudah diklarifikasi oleh Ketua Pansus (Ridwan Moh. Yamin) bahwa ada kekeliruan dalam penyampaiannya, selain itu saya juga sudah menanyakan langsung ke beliau terkait dengan informasi tersebut, dan untuk orang meninggal dapat BLT DD, itu tidak benar," kata Ahmad Ishak kepada NusantaraTimur, Sabtu (30/5/20).

Untung saja Ahmad Ishak mengambil langkah cepat untuk melakukan klarifikasi. (Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini