Disnakertrans Provinsi Turun Tangan, IWIP Aman

Editor: Admin author photo
Kadisnakertrans Maluku Utara, Drs. Ridwan Hasan (Foto/Rais Dero)
WEDA--Amuk massa yang berbuntut aksi boikot aktifitas perusahaan tambang nikel di Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), mulai reda.

Pihak manajemen PT Industri Weda Indonesia Park (IWIP), kini, bisa bernapas lega. Deru kendaraan alat berat sudah kembali mengaung di areal pertambangan IWIP.

Meski begitu, pihak perusahan harus menyelesaikan kewajibannya terhadap karyawannya yang ngamuk. Bila tidak, kemungkinan kembali ricuh takan dapat terelakkan.

Tengok saja kejadian kisruh sepekan yang silam. Ribuan massa karyawan berunjuk rasa secara brutal. Aksi pembakaran dan pengrusakan fasilitas perusahan tak bisa dibendung. Massa yang melakukan aksi sporadisme tak dapat dihalau pihak TNI/ Polri.

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan manajemen PT. IWIP, menjadi pemicu amuk massa. Pasalnya, PHK terjadi tanpa disertai alasan. Sudah begitu, hak-hak karyawan tak dibayar. Jadi, tak boleh heran bila karyawannya ngamuk.

Masih untung pihak pemerintah provinsi Maluku Utara (Malut) mau turun tangan. Karena, pihak pemerintah kabupaten Halteng terkesan lepas tangan. 

Kedua belah pihak dipertemukan semeja oleh Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi (Kadis Nakertrans) Provinsi Malut, Ridwan Hasan. Pertemuannya berlangsung aman dan terkendali. 

Langkah mediasi yang dilakukan Ridwan Hasan boleh dibilang gemilang. Sebab, sebelumnya beberapa tokoh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Halteng, telah mencoba langkah serupa. Namun, gagal.

Setidaknya seteru antara karyawan dan pihak manajemen perusahan tak lagi berlarut-larut. Kedua belah pihak sudah bersepakat.dir/ric)
Share:
Komentar

Berita Terkini