Gegara BLT Kantor Desa Balohang Dipalang

Editor: Admin author photo
Warga palang  Kantor Desa Balohang (foto/Ari)
TALIABU- Kantor Desa Balohang, di Kecamatan Lede, di Kabupaten Pulau Taliabu, tampak sepi. Tak seorang pun yang melakukan aktifitas di sana. Pasalnya, pintu kantornya dipalang warga setempat, Kamis (14/5).

Musabab dari pemalangan kantor tersebut cukup beralasan. Kepala Desa (Kades) Balohang dianggap tak transparan dalam mendata penerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Mayoritas warga menuding kadesnya berlaku curang dalam proses pendataan. Persoalan ini mulai memanas sejak Sabtu sepekan yang silam. Bersama pemerintah desa, warga duduk semeja. Hasilnya, pemerintah desa berjanji untuk berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pultab.

Hasil koordinasi tersebut lantas dijadwalkan akan disampaikan secara resmi pada Kamis (14/5). Sialnya, Kades Balohang, Ayudin Abusaeni, justru mangkir. Dia lebih memilih tak menghadiri pertemuan itu. Lebih parah lagi, Abusaeni bagai raib ditelan bumi. Hingga kini tak diketahui.

Warga yang menghabiskan separuh waktu menanti Abusaeni pun jadi berang. Kantor desa pun tak luput dipalang warga.

"Kami meminta pertanggungjawaban dari kades agar transparan, kenapa hanya 44 KK (Kepala Keluarga-Red) penerima, karena ada tiga syarat dalam regulasi penerima BLT, yakni keluarga miskin, warga yang kehilangan mata pencaharian, dan yang tidak menerima bantuan lainnya. Sementara diantara 44 KK itu, ada yang tidak wajib memperoleh BLT," kata salah satu warga Balohang, yang enggan namanya ditulis.

Kepala BPD Balohang, Roslina, ketika dihubungi melalui telpon selular, mengatakan Kades Balohang melakukan pendataan tak sesuai dengan kondisi masyarakat.

" Terksesan Kepala desa tidak transparan dalam hal tersebut. Ada yang tidak layak menerima lalu mendapatkan BLT,” ungkapnya kepada NusantaraTimur, Kamis (14/5).

Dia menambahkan,"Setelah di data mestinya di evaluasi. Yang terjadi justru sebaliknya. Hari ini di data, besoknya penyaluran.” Dan, Roslina bilang, dia sejak awal sudah merasa curiga dengan gelagat Kades dan tim relawan pendataan.

Menurutnya, usai melakukan pendataan, daftar nama penerima BLT disimpan. Alasan mereka kata dia, setelah ada penetapan baru daftar tersebut diumumkan.

Eh, yang terjadi justru diluar dugaan. Tanpa sepengetahuan perangkat desa lainnya, termasuk Roslina, keesokan harinya 44 KK di sana sudah kebagian BLT. Artinya, Kades Balohang, Ayudin Abusaeni, bersama tim relawan pendataan BLT melakukan pembagian secara diam-diam.

Untuk itu, warga menuntut agar kades harus hadir di tengah-tengah mereka dalam waktu 1 X 24 jam. Bila tuntutan tersebut tak dipenuhi, maka persoalan ini akan berakhir di meja hijau.
Hingga berita ini dirilis, Kades Ayudin Abusaeni tak bisa dihubungi. (Ari)
Share:
Komentar

Berita Terkini