Gelar Pelantikan Senyap, Kades Tuada Digugat

Editor: Admin author photo
Kades Tuada, Sanif Husen, Lantik Kaur Desa Tuada
JAILOLO--Sebuah acara resmi digelar. Tak ada kemeriahan. Tampak bagai hajatan pengantin 'kawin koboy". Rupanya, Rabu (13/5), nan silam, itu, tengah dilaksanakan pelantikan di Desa Tuada, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

Di Kantor Desa Tuada  dihelat pelantikan perangkat desa. Empat orang mengambil sumpah dan janji di depan Kepala Desa (Kades). Lucunya, tak banyak yang tahu soal pelantikan tersebut. Boleh dibilang pelantikan senyap.

Alhasil, usai melantik, Kades digugat. Kades anyar ini mengundang amarah empat warganya. Kades Tuada, Sanif Husen, justru tak ambil pusing dengan empat penggugat itu.

Sanif Husen diketahui masih seumur jagung menjabat kades disitu. Untung bagi dia karena kades sebelumnya berhalangan tetap. Sehingga melalui prosedur Pergantian Antar Waktu (PAW), Husen menduduki kursi kades.

Nah, belum lama menjabat, Sanif Husen langsung melakukan perombakan besar-besaran di tubuh pemerintahannya. Sayangnya, tindakannya menuai protes. Husen dianggap bertindak semena-mena.

Buktinya, empat perangkat desa baru dilantik, namun empat lainnya belum dicopot. Artinya, empat perangkat desa terdahulu belum dinonaktifkan, sementara Sanif Husen justru melantik empat orang lainnya untuk jabatan yang sama.

Sudah begitu, Sanif Husen melakukan hal tersebut tanpa pemberitahuan. Tentunya, kepada empat perangkat desa lawas yang masih aktif. "Kami tidak tahu sama sekali soal pelantikan perangkat baru ini, karena tidak diundang. Seharusnya kades memberikan surat pemberhentian kepada kami terlebih dulu," kata Sahil Basri kepada NusantaraTimur.

Sahil Basri adalah satu dari empat perangkat desa di Tuada yang dicopot tanpa surat pemberhentian secara resmi. Basri diketahui menjabat Kaur Kemasyarakatan. Tiga rekannya yang mengalami nasib serupa, masing-masing: Kaur Pemerintahan, Kasim Kunter; Kaur Pembangunan, Bayan Djumati; dan Bendahara Desa, Juhaena.

Merasa dizalimi oleh kades, keempatnya lantas mengadukan hal ini di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Halbar. "Kami ajukan gugatan ke DPMPD, karena langkah yang dilakukan oleh kades tidak sesuai prosedur dan sangat merugikan kami selaku Kaur desa," jelas Sahil Basri.

Kepala DPMPD Halbar, Asnath Sowo, berjanji akan memproses laporan gugatan dari Sahil Basri cs. "Laporannya akan ditindaklanjuti," kata Sowo kepada NusantaraTimur.

Bahkan, Ona sapaan akrab Asnath Sowo, tampak tak main-main. Dia menyatakan persoalan ini akan dituntaskannya pekan depan. "Pada Senin (19/05), nanti, akan kami panggil semua pihak terkait untuk menindak lanjuti laporan tersebut," tutupnya. (zu3/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini