Jong Halmahera Dukung Kebijakan Pemkab Halbar Tangani COVID-19

Editor: Admin author photo
Pertemuan Jong Halmahera bersama Tim Satgus dan Sekda Halbar H. Syahril Abd Rajak (Foto/Amri) 

JAILOLO-Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Jong Halmahera bersama Tim Satgus dan Pemda Halmahera Barat (Halbar)  melakukan pertemuan di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halbar yang dipimpin langsung oleh Sekda Halbar, H. Syahril Abd Rajak.

Pertemuan ini atas permintaan Jong Halmahera ke Tim Satgus Pemda Halbar melalui surat resmi dengan tujuan mempertanyakan langkah pencegahan dan penanganan penyebaran wabah Covid-19 di Halbar. 

Adapun pembahasan dalam pertemuan itu. Di mana Jong Halmahera meminta perhatian Tim Satgus atas beberapa point dalam penangan dan pencegahan memutus rantai Covid-19 di Kabupaten Halbar.

Presedium Jong Halmahera Halbar, Nofrizal Amir, menyampaikan, jika dalam penanganan Covid-19 masih ada tarik menarik dengan DPRD terkait Covid-19, maka Jong halamhaera meminta dan mendukung Pemda Halbar agar mengambil kebijakan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada).

“Kami mendukung Pemda Halbar jika serius memutus mata rantai wabah Covid-19, namun terkendala soal anggaran karena masih ada tarik menarik dengan DPRD, maka Pemda sebaiknya segera ambil langkah kebijakan memakai Perkada,” tegasnya. 

Jong Halmahera secara institusi juga  meminta Pemda agar lebih serius dalam melakukan upaya memutus mata rantai covid-19 di Kabupaten Halbar. Menurut Nofrizal Amir, ada beberapa poin penting yang harus diklarifikasi oleh tim satgus Halbar seperti skema penanganan, informasi publik dan keberadaan petugas di lapangan.

Atas pertanyaan tersebut, Sekda Syahril Abd Rajak yang juga wakil Gugus Tugas menyampikan bahwa saat ini Halbar tengah berada dalam status Tanggap Darurat penanganan Covid-19.

“Status siaga virus corona untuk Halbar sudah berada di status tanggap darurat, dan itu diberlakukan sejak 23 April – 29 Mei 2020 mendatang,” jelasnya. 

Soal data yang disampaikan ke publik, itu sudah sesuai dengan pedoman kesehatan, dan itu sudah diklarifikasi melaui Jubir Covid-19 Halbar, tutur Syahril.

Terkait langkah-langkah kerja tim Satgus, Sekda menjelaskan bahwa Tim Satgus sudah melakukan langkah pengurangan arus masuk dan kelur melalui laut maupun darat. Posko-posko di daerah perbatasan dan berhubungan langsung ke daerah lain juga sudah terbentuk.

“Langkah yang diambil sementra ini, adanya pengurangan penumpang melalui akses darat maupun laut, dan jika warga Halbar dari luar daerah amalut akan dilakukan karantina di rusun. Adapun posko-posko sudah terbentuk dimana aksesnya berhubungan langsung dengan daerah lain,” jelasnya.

Sementara terkait anggaran penanganan Covid-19, Pemda Halbar telah mengambil kebijakan menerbitkan Perkada.

“Kami sudah mengambil kebijakan melalui Perkada pada dua pekan lalu. kisaran nilai anggaran sekitar kurang lebih Rp53 Miliar,” ujar Sekda.

“Anggaran itu, dipersiapkan dan diperuntukan bagi kebutuhan kesehatan, dampak ekonomi warga dan pengawalan jejaring sosial di tengah pandemi Covid-19,”cetusnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekda Halbar, Kadis dan Sekretaris Dinas Kominfo, Kadis Kesehatan, Kadis Perhubungan, Kepala BPBD, Staf Pemda Halbar dan pengurus Jong Halmahera. (zu3/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini