Kades 'Goib' Kontor Desa Orimakurunga di Palang Warga

Editor: Admin author photo
Warga saat melakukan aksi di depan kantor desa orimakurunga (foto:ist)
HALSEL--Aksi jilid empat Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Orimakurunga (IPPMOR) di depan Kantor Desa masih tak mebuakan hasil. Pasalnya Bahmid Hi Sykur Kepala Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tiba-tiba menghilang.

Koordinator Aksi Mudafar H. Din mengatakan sehari sebelumnya Bahmid masih berada di Orimakurunga.

"Akibat ketidak hadiran Bahmid dan stafnya serta tidak ada aktifitas kantor desa itu membuat lumpuh pelayanan di Kantor Desa Orimakurunga sehari," teriak Mudafar. Kamis (28/05/2020). Depan ratusan masa aksi.

Lanjut Mudafar mengatakan ketidak konsisten Bahmid membuat ratusan massa aksi itu kesal dan melakukan pemalangan pintu Kantor Desa Orimakurunga sekira pukul 11:45 Wit dengan tujuan agar kades segera datang dan membuka palang itu, sekaligus mempertanggung jawabkan APBdes selama tiga tahun lalu.

"Kades Bahmid dan stafnya telah meninggalkan tanggung jawab sebagai pelayan rakyat. Selaku Kades Orimakurunga telah kabur meninggalkan penderitaan rakyatnya," ucap Mudafar sesal.

Menurut Mudafar aksi yang dilakukan adalah aksi damai dengan tujuan agar pemerintah desa dan badan permusyawatan desa segera membacakan APBdes selama tiga tahun sejak 2017 sampai 2019 didepan massa aksi dan masyarakat Orimakurunga karena kepemimpinan Bahmid yang masuk tahun ke 4 ini belum sekali pun ada keterbukaan publik.

"Masyarakat selama ini belum pernah mendapatkan transparansi Alokasi Dana Desa dan Dana Desa oleh pemerintah desa padahal keterbukaan informasi publik telah di amanatkan dalam undang-undang," ujar Mudafar.

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate itu bilang bahkan Kementerian Desa Republik Indonesia juga menerangkan sedemikian mungkin.

"Kami masyarakat sudah empat tahun ini belum pernah melihat adanya keterbukaan informasi oleh pemerintah desa," akui aktifis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Ternate itu.

Lelaki yang juga penggiat di Dewan Pimpinan Daerah, Laskar Anti Korupsi Indonesia, Maluku Utara itu menegaskan bakal mengadukan persoalan ini ke penyidik Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut untuk di proses persoalan dugaan penyalayagunaan ADD dan DD Orimakurunga ini agar ada evek jerah bagi oknum pemdes.

"Selain melaporkan ke Kejati kami juga akan mengadukan ke DPMD dan Bupati Bahrain Kasuba untuk mengevaluasi dan memecat Kades Orimakurunga Bahmid," tegas mantan Ketua Umum IPPMOR tahun 2018 itu.

Sembari menyebut esok harinya aksi tetap dilanjutkan dengan agenda desak BPD buat rekomendasi serta petisi copot Bahmid Hi Syukur dari jabatannya.

Sekedar diketahui massa aksi melakukan pemalangan pintu kantor desa itu sempat ditahan oleh Bhabinkamtibmas Kecamatan Kayoa Selatan, Idrus Usman namun usaha Bhabinkamtibmas itu tak membuakan hasil karena massa tetap memaksa untuk melakukan pemalangan.

Sampai berita ini dipublikasi pihak kades desa orimakurunga, kecamatan kayoa, masih dalam usaha konfirmasi wartawan kami. (red)
Share:
Komentar

Berita Terkini