Kades Tuada Dinilai Tabrak Aturan, Ini Alasannya

Editor: Admin author photo
Kades Tuada Saat melantik perangkat Desanya (foto:ist)

JAILOLO, - Dinilai tabrak aturan, Kepala Desa (Kades) hasil Pergantian Antara Waktu (PAW) Desa Tuada Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Sanif Husen copot empar perangkat Desa.

Empat orang perangkat Desa yang dicopot oleh Kades Tuada adalah, Kaur Pemerintahan Kasim Kunter, Kaur Pembangunan Bayan Djumati, Kaur Kemasyarakatan Sahil Basri dan Bendahara Desa Juhaena. Akibat ketidakpahaman Kades dalam merombak struktur Pemdes dan dinilai melanggar prosedur, empat Kaur Desa mengajukan gugatan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Halbar.

"Kami ajukan gugatan ke PMD, karena langkah yang dilakukan oleh Kades tidak sesuai prosedur dan sangat merugikan kami selaku Kaur desa,"ungkap Sahil Basir yang dicopot dari Kaur Kemasyarakatan saat menyampaikan gugatan ke DPM-PD, Jumat (15/05)

Sahil menambahkan, mereka juga tidak tahu, kalau jabatan mereka dicopot, karena tidak ada surat pemberhentian dan tidak ada masalah apa apa, kemudian jabatan mereka di copot.

"Kami tidak tahu sama soal pelantikan perangkat baru ini, karena tidak di undang atau memberikan semacam surat pemberhentian kepada kami oleh kades, jadi kami masukan laporan gugatan ini untuk meminta penjelasan dari kades atas dasar apa kades memberhentikan kami dari perangkat desa. Kami sadar, pergantian perangkat desa adalah haknya kepala Desa, tapi setidaknya ada surat pemberitahuan ke kami. Ini tidak ada," ungkapnya kesal.

Sementara penelusuran wartawan terhadap warga di Desa Tuada, pelantikan perangkat desa memang sudah dikenariokan oleh Kades dan orang dekat kades, karena sesuai keterangan warga, secara diam diam, kades lansung membentuk tim penjaringan pergantian Kaur dan tim penjaringan itu diketahui oleh orang dekat Kades yakni Ketua Penjaringam Abdul Gani Yunus dan sekretarisnya Nasrul M. Adam.

"Memang sudah ada skenario, karena setelah panitia penjaringan di bentuk, satu minggu kemudian tepatnya tanggal 13 Mei langsung pelantikan perangkat desa baru. Harusnya, setelah pembentukan panitia, maka panitia umumkan siapa nama nama yang baru mengikuti seleksi calon Kaur, tapi yang dilakukan kades seakan nama nama kaur sudah ada dan hanya menunggu administrasi untuk pelantikan," papar salah satu warga yang egan namanya di publikasi.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Asnath Sowo saat di temui Awak media dikantornya membenarkan adanya laporan gugatan atas perangkat terhadap kepala Desa antar waktu Desa Tuada.

"Ia ada laporan gugatan dari perangkat desa Tuada, prinsipnya kami tetap menerima laporannya dari pihak manapun terkait dengan hal desa, jadi laporan ini nanti kami tidak lanjut," terang Ona sapaan akrab Kadis DPMPD itu.

Mantan Camat Ibu Selatan itu berjanji pekan depan akan melakukan pemanggilan terhadap Camat Jailolo dan juga Kepala desa PAW maupun perangkat desa yang telah memasukan laporan gugatan ini untuk mencari kebenarannya.

"Jadi nanti Senin (19/05) akan kami panggil semua pihak terkait untuk menindak lanjuti laporan mereka (perangkat desa Reed)," tutupnya.

Sampai berita ini diterbitkan pihak kades Tuada masih dalam konfirmasi wartawan kami.(zu3/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini