KPA Malut : Ibu Hamil dan Anak Butuh Perlindungan Ekstra Kesehatan dari Pemda

Editor: Admin author photo
Rais Dero (Ketua KPA dan LPA Malut)
TERNATE-- Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Maluku Utara (Malut) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dapat meningkatkan perlindungan ekstra kesehatan dan keselamatan terhadap Ibu hamil dan anak-anak dari ancaman bahaya virus corona.

  Kita berharap kepada Pemda lebih dikhususkan pada Disdikbud Malut, Kabupaten/Kota, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Sosial untuk melakukan action dalam bentuk sosialisasi agar anak-anak di Maluku Utara tidak tertular virus tersebut,” ujar Ketua KPA dan LPA Malut, Rais Dero, kepada nusantaratimur, Jumat (22/05/2020).

Menurut Rais, Disdikbud Malut dan Disdikbud Kab/ Kota memiliki posisi strategis untuk melakukan sosialiasi pencegahan penularan Covid-19. Kenapa demikian. Bagi Rais, karena hampir semua orang terutama anak-anak punya hubungan dengan lembaga pendidikan dari tingkat PAUD sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebab sasarannya pun, bukan hanya siswa, tetapi orang tua wali.

“ Harapannya, lembaga pendidikan seperti sekolah juga mempunyai fungsi edukasi, sehingga dengan edukasi tersebut dapat mensosialisasikan terkait cara-cara pencegahan virus corona yang lebih efektif, jika menggunakan media sekolah,” sambung Rais.

“ Saya juga menghimbau kepada seluruh instrument, baik lembaga pemerintah maupun swasta, terutama Gugus Tugas di 10 Kabupaten Kota di Provinsi Maluku Utara agar dapat menerapkan protokol khusus terkait perlindungan anak dari ancaman wabah Corona,” ucapnya.

Rais menjelaskan, terkait protokol khusus untuk melindungi anak dari Covid-19 yang telah diterbitkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian P3A) diantaranya, protokol khusus itu terdiri dari tata kelola data anak, pengasuhan anak terkait Covid-19, hingga pengeluaran pembebasan anak melalui asimilasi dan integrasi.

“ Protokol khusus perlindungan anak terkait Covid-19 terbagi menjadi beberapa bagian. Antara lain, pengasuhan bagi anak tanpa gejala, anak dalam pemantauan, pasien anak dalam pengawasan, kasus konfirmasi, dan anak dengan orang tua/pengasuh/wali yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), serta kasus konfirmasi dan orang tua yang meninggal karena Covid-19,” paparnya.

Dengan harapan itu, melalui upaya-upaya pencegahan tersebut, anak-anak di Maluku Utara dapat terlindungi dari ancaman Covid-19 dan dengan sabar menghadapi pandemi ini, kata Rais.(tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini