Minim Fasilitas Penunjang, Sampah Berhamburan

Editor: Admin author photo
Ernawati M. Taher (Kepala UPTD Persampahan Sofifi Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan)

SOFIFI--Berserakannya sampah di Jalan 40, di Desa Galala, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep), menyulut protes dari warga setempat.

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Persampahan Sofifi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tikep, Ernawati M. Taher, mengatakan masalah persampahan di wilayah Oba Utara sesungguhnya telah diatur pembagian kerja antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan.

“ Pemkot Tikep hanya berkonsentrasi pada tempat pembuangan sampah di Jalan 40. Sementara untuk DLH Provinsi berkonsentrasi pada Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berada di setiap Kelurahan dan Desa se Kecamatan Oba Utara dan TPS di samping Korem.

"Provinsi punya kewenangan untuk mengumpulkan dan mengangangkut sampah di setiap TPS untuk dibuang secara langsung di TPA yang berada di Desa Tabadame Kabupaten Halbar yang merupakan TPA Regional Provinsi, bukan lagi dibuang di TPS yang berada di Jalan 40, hanya saja  masyarakat yang ada disekitar situ masih membuang sampah di TPS jalan 40,” tutur Ernawati saat di temui di kediamannya, Jumat (29/5/2020).

Erna mengaku, penanganan sampah di Kecamatan Oba Utara sudah bekerja secara maksimal. Hanya saja terdapapt beberapa kendala saat menuju ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tabadame yang jarak kurang lebih 7 kilo meter itu masih sangat kritis karena belum dilakukan pengaspalan. Namun musim hujan, maka berpotensi rawan kecelakaan.

“Minim fasilitas sangat berpengaruh, dimana hanya punya dua bak penampung sampah yang ditempatkan di Jalan 40. Sedangkan, mobil ambrol hanya 1 unit dan pegawai pengangkut sampah sebanyak 7 orang termasuk sopir.

“ Untuk gaji pegawai kami itu 1 juta perbulan untuk satu orang dan kerja mereka hanya mengangkut sampah yang berada di Jalan 40, berbeda dengan petugas kebersihan dari provinsi kerjanya sampai pada menyapu jalan dan mengangkut sampah di seputaran wilayah pusat pemerintahan Provinsi, dan mereka digaji per orang senilai Rp. 2,5 Juta,” tambahnya.

Kendati demikian, terkait dengan sampah yang berseliweran di jalan 40 Desa Galala, untuk saat ini telah dilakukan pembersihan dan ini merupakan kerjasma dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

“ Saat ini kami telah melakukan kerjasama dengan DLH Provinsi, karena satu unit mobil kami masih dalam keadaan rusak," tukas Ernawati.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Sampah dan LB3 DLH Malut, Zen Abbas, ketika di konfirmasi nusantara Timur. Ia mengaku, penanganan sampah ada pembagian tugas dengan UPTD. “ Untuk sampah di jalan 40 itu kewenangan UPTD. Bukan tugas DLH Provinsi, kami hanya mengangkut  sampah di setiap TPS saja kemudian langsung di bawa ke TPA Tabadame,” tegasnya.(Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini