Pelayanan Tak Memadai, Pasien Corona Pulang

Editor: Admin author photo
Situasi di rusun dua pasien ngotot pulang gegara pelayanan dianggap kurang maksimal (foto/Amri)
JAILOLO-Rumah susun (rusun) Aparatur Sipil Negara (ASN) di Desa Acango, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Jum'at (15/5), terkonsentrasi sejumlah warga.

Sempat terjadi ketegangan antara warga yang mendatangi rusun dengan petugas keamanan. Syahdan, rusun dijadikan lokasi karantina bagi pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Tim Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 Halbar mencoba menghalau warga yang mencoba merangsek masuk. Walau bersitegang, namun Tim Gustu tak mampu membendung sekelompok orang tersebut.

Diketahui, gerombolan itu tak lain adalah keluarga dua pasien pengidap Covid-19. Kehadiran mereka yakni untuk memulangkan dua pasien tersebut. Padahal, rekam medis menunjukkan bahwa keduanya belum benar-benar pulih.

Hanya saja, keluarga dua pasien yang berasal dari Desa Payo Tengah, Kecamatan Jailolo, punya alasan. Bagi mereka, pihak Gustu tak maksimal dalam menangani pasien. Terutama, dalam hal pangan dan kebutuhan sekunder.

"Adik-adik kami dilayani tidak baik di rusun, jadi kami pulangkan ke rumah," kata Samiun, keluarga  pasien positif Covid-19 saat mendatangi Rusun, kemarin.

Samiun menyayangkan prosedur pelayanan disitu. Padahal, kata Samiun, anggaran penaganan Covid-19 dialokasikan sebesar Rp. 53 miliar. Bahkan, menurutnya, sedikitnya Rp1 Miliar, telah dikucurkan untuk operasional di rusun.Ironisnya, lanjut Samiun, pelayanan di tempat karantina tidak memuaskan.

Sepertinya yang disampaikan Samiun bukan isapan jempol belaka. Buktinya, salah satu  warga karantina asal Kecamatan Ibu, Kabupaten Halbar, pula mengalami perlakuan buruk. Dia diberi makanan mentah. Peralatan mandi juga tidak ada. Sehingga pihak keluarga harus menyiapkan segala kebutuhannya.

"Kalau keluarga kami terus bertahan di rusun, maka bukan sembuh, tapi mati karena kelaparan," timpal Samiun, penuh kesal.

Kasak-kusuk keluarga penderita Covid-19 dengan Tim Gustu rupanya jadi perhatian serius. Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah, Imran Lolori pun turun tangan. Sayangnya, Lolori tak bisa berbuat apa-apa. Dia justru hanya bisa membantah keterangan Samiun dan pasien karantina.

"Prinsipnya kita sudah buat pelayanan yang maksimal, namun pihak keluarga merasa pelayanan yang kita lakukan kurang maksimal, sehingga apa yang disampaikan pihak keluarga akan kita evaluasi kembali," ucap Lolori.

Sementara itu, Samiun beserta rombongan berjalan dengan kepala tegak. Dua warga Desa Payo Tengah itu berhasil dipulangkan ke rumah. Imran Lolori dan Tim Gustu hanya bisa melongo tanpa kata-kata. (zu3/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini