Pembangunan RTH Terkendala Hutang, Pemilik Lahan Tagih Pembayaran

Editor: Admin author photo
Eddy Frans Ofa (Kaos Merah) Pemilik lahan 
JAILOLO- Lokasi Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Halbar (Halbar) yang terletak di Kota Jailolo, Desa Gufasa, kembali dipermasalahan oleh pemilik lahan.

Sebut saja Eddy Frans Ofa, selaku pemilik lahan yang sah sesuai dengan Nomor Sertifikat : 27.02.73.01.1.00048. Eddy tentu menolak atas pembangunan tersebut.

Eddy pun memasang baliho dilokasi pembangunan ” Dilarang membangun di lokasi ini, lokasi ini Milik Eddy Frans Ofa,” bunyi tulisan baliho yang dipasang Eddy.

Eddy ketika di konfirmasi wartawan nusantaratimur.com, Minggu (10/05/2020) siang tadi. Dia mengakui, sebelum dilakukan pembongkaran di lokasi tersebut, tak  ada pemberitahuan, meskipun awalnya sudah ada koordinasi terkait penawaran harga, tapi hal itu belum di sepakati bersama.

“ Mereka ada negosiasi namun belum final, dari pembongkaran pun tidak ada pemberitahuan ke kami, tiba-tiba dua gudang dilahan milik kami sudah dirobohkon,” Kesal Eddy.

Lanjut Eddy, pembongkaran lahan ini sudah dilakukan sejak awal tahun 2019 lalu. Tetapi di lahan tersebut sebelum dibongkar sudah ada  pemukiman warga, toko dan gudang dengan memiliki sertifikat. Akan tetapi, sampai saat ini belum dilakukan pembayaran kepala beberapa pemilik lahan.

Dia pun lantas membeberkan, setelah dirobohkan, pemilik lahan sudah berulang kali mendatangi dan koordinasi ke Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Halmahera Barat untuk segera menyelesaikan pembayaran lahan tersebut, namun rupa Bagian Pemerintahan enggan merealisasikan.

“ Kita sudah berulang kali datang koordinasi ke dinas terkait, tapi mereka hanya berikan janji dan sampai saat ini belum ada penyelesain pembayaran lahan tersebut,” pungkasnya.

Eddy menegaskan, pihak tidak akan mengizinkan dilakukan pembangunan di atas lahan milik, sebelum ada pembayaran.

“ Saya minta sebelum dikerjakan pembangunan harus dilunasi dulu hutang, jika tidak ada penyelesaian kami tidak mengizinkan pembangunan RTH di lahan kami,” tegasnya.(zu3/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini