Saling Membutuhkan, Penyaluran BLT Desa Soakonora Penuh Haru

Editor: Admin author photo
Pemdes Soakonora saat membagikan BLT DD

JAILOLO - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD), Desa Soakonora Kecamatan Jailolo malam tadi Jumat, (22/05) di warnai tetesan air mata.

Pasalnya, sampai sejauh ini dana desa (DD) Soakonora belum masuk di rekening desa. Akan tetapi semangat pemerintah desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tetap terjalankan.

Kepala desa Soakonora Erasmus Samodara, kepada wartawan Sabtu, (23/05) mengatakan, jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebanyak 192 Kepala Keluarga (Kk).

"Yang baru menerima BLT berjumlah 73 Kepala Keluarga, dengan total anggaran untuk tahap I sebesar Rp. 43.800.000 rupiah, dan itupun yang menerima baru dusun Kusumadehe RT. 03/04 desa Soakonora. Sedangkan yang belum menerima sebanyak 119 kepala keluarga, terdiri dari Soakonora induk dan dusun jati yang notabene basudara yang nasrani," ucap kades

Kades mengakui sudah 7 hari belum ada dana transfer dari pemerintah daerah. Maka ia kemudian melakukan pinjaman sebesar 20 juta memang dia tahu itu suatu kebijakan yang sangat beresiko.

"Yang saya lakukan ini merupakan suatu penyelamatan untuk masyarakat, sebab besok saudara-saudara kita yang beragama muslim, terkhususnya berada di dusun Kusumadehe desa Soakonora akan menjalankan hari raya idul fitri, jadi sekiranya mereka sangat membutuhkan bantuan ini," cetus kades

Helen J.Tapilatu yang juga Kordinator satgas Relawan covid-19, 03 dusun jati desa Soakonora mengatakan bahwa, yang pastinya proses penyaluran sudah kita ikuti sesuai dengan juknis.

"Walaupun agak terlambat, tetapi yang kita pikirkan lebih dulu sudara-sudara kita yang menjalankannya idul fitri, makanya saya langsung melakukan pengusulan di pak kades, kalau boleh untuk pencairan awal ini kita prioritaskan untuk sodara muslim. Dan untuk sodara yang beragama kristen nanti saya yang tanggung jawab, walaupun pembagian dari belakangan," tutur Helen

"Usahakan sebelum hari raya, sebab sodara kita yang muslim sangat membutuhkan, dan puji tuhan akhirnya inisiatif atau saran ini di dukung oleh sodara-sodara kita yang kristen," tambahnya.

Lebih lanjut Helen mengatakan ini adalah bagian dari Toleransi antara sesama warga saling mengisi satu dengan yang lain.

"Yang pasti, ini bukan soal siapa yang dapat lebih dulu, tetapi ini bagian dari kepedulian kita antar umat beragama, sehingga hubungan teloransi bukan di lihat dari nilai bersama satu desa tetapi saling mengisi satu sama yang lain," terangnya.

Sementara itu, Alfret Kapuangan pendeta pimpinan jamaat maranata desa Soakonora juga mengatakan, memang benar, kalau pertemuan awal untuk penerima BLT ada 119 kk.

"Mengingat besok adalah hari bahagia mereka (idul fitri), sehingga kita juga mengakui buat sodara-sodara kita untuk dapat menerima bantuan blt, sebab besok (Minggu) menjadi hari suka cita bahagia sodara-sodara kita," tukasnya

Afred mengajak semua element untuk sama-sama mencegah covid-19 dengan membantu pemerintah sesuai protokol kesehatan serta menjunjung tinggi nilai-nilai bahagia.

"Jadi, bagi kita Terkhususnya umat kristen desa Soakonora, agar dapat bersyukur serta tetap memahami dan pada akhirnya kita bisa sama-sama menikmati pemberian dari pemerintah," ajak pendeta.

Di sisi lain, Ketua BPD Soakonora Djumati Talib saat di konfirmasi membenarkan semua yang dilakukan oleh sesama masyarakat desa adalah bagian dari menjalankan nilai nilai beragama.

"Sampai saat ini, air mata saya masih berlinang sebab pemberian bantuan langsung tunai (BLt) tadi malam itu tanpa paksaan, dan basudara kristen dengan sigap mengiklaskan bantuan langsung tunai (Blt) lebih didahulukan untuk saudara kita umat Islam," tutup Dujamti. (zu3)

Share:
Komentar

Berita Terkini