Tanah Lobu Basah Darah

Editor: Admin author photo
Korban ketika mendapat perawatan medis di Puskesmas d
TALIABU-Awan hitam menggelayut diatas gunung Lobu, di Desa Balohang, di Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab). Suasana di Kamis, 14 Mei, pagi itu memang tampak suram di sana. Tak seperti biasanya.

Alam seakan memberi isyarat tanda tak baik. Dan, benar. Suara teriakan dari puncak gunung bikin warga Balohang terkejut. Terdengar  rintihan mengiba mengharap pertolongan. Sontak saja sejumlah warga disekitar kaki gunung bergegas mendekati suara tadi.

Alangkah terkejutnya warga begitu tiba di tempat asal suara tadi. Seorang lelaki paruh baya tengah tersungkur tak berdaya di semak belukar. Darahnya membasahi tanah Lobu. Di depannya seorang lelaki tengah berdiri dengan pedang terhunus ditangannya.

Adalah Kamarudin yang tak segan menghabisi La Kuma. Padahal, masalahnya sepele. Tapal batas kebun disoal Kamarudin. Kamarudin yang kelahiran 47 tahun nan silam itu, menuding La Kuma menyerobot masuk ke tanahnya.

Keduanya lantas cek cok. Kamarudin didampingi isterinya, sedangkan La Kuma beserta dua temannya. Masing-masing punya alasan. Adu mulut buntu. Merasa dicurangi tetangga kebunnya, Kamarudin pun kalap. Tanpa tedeng aling-aling, ia pun melepas pedang dari sarungnya. 

Mengetahui dirinya terancam, La Kuma mencoba cari selamat. Sialnya, La Kuma terjatuh terganjal akar belukar pepohonan kekar. Kamarudin pun menyabet La Kuma. 

Masih untung bagi La Kuma. Nyawanya tak melayang. Dia hanya mengalami luka robek menganga di sepanjang betis kirinya. Dia diselamatkan warga yang berkerumun cepat disitu. 

La Kuma lalu dilarikan ke Puskesmas setempat. Dia dirujuk ke Puskesmas Lede, Jum'at (15/5). Karena, lukanya cukup serius sehingga butuh perawatan medis yang lebih intensif. 

Sementara Kamarudin diamankan pihak kepolisian. Kamarudin dikerangkeng di sel Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Taliabu Barat. 

Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Taliabu Barat, Justin Ajiz mengatakan, pihaknya tengah menangani persoalan ini. 

"Masih dalam tahapan lidik, dan akan ditingkatkan ke penyidikan," kata Ajis kepada NusantaraTimur, Kamis (14/5). (Ari)
Share:
Komentar

Berita Terkini