Tikep Resmi Terapkan PSBB

Editor: Admin author photo
Wakil Walikota Tikep, Muhammad Sinen, memantau aktivitas di Pelabuhan Sofifi
TIDORE-Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep), Kamis (14/5), resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini dilakukan semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di sana.

Seluruh akses perhubungan laut ditutup untuk umum. Sementara perhubungan darat diperketat dengan mengikuti prosedur standar petunjuk pelaksanaan (juklak) penanganan Covid-19 nasional.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari komitmen pemerintah daerah setempat terhadap program nasional yang digulir Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Wakil Walikota Tikep, Muhammad Sinen, menghimbau kepada warganya, khususnya para pengguna transportasi laut maupun darat, terutama pemilik perusahaan transportasi agar dapat bekerjasama.

Sinen menyatakan, penumpang yang tidak memiliki persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, wajib untuk tidak diberikan akomodasi angkutan.

Selain itu, ia juga meminta kepada Tim Gugus Tugas Covid-19, terutama dari unsur TNI/ Polri, untuk menindak tegas siapapun yang masuk di sana tanpa adanya surat keterangan. Terutama, tandasnya,  surat keterangan terkait dengan hasil Rapid Test soal positif atau negatif Covid-19. “Bila positif, maka sudah harus dipulangkan kembali ke daerah asalnya,” tegas Muhammad Sinen kepada NusantaraTimur, Kamis (14/5).

Begitu pula bagi warga Tikep yang hendak melakukan perjalanan keluar daerah. Sebelum bepergian, kata Sinen, warga terlebih dulu harus melengkapi persyaratan melalui pemeriksaan untuk selanjutnya dibuat rekomendasi surat keterangan bebas bepergian.

"Jika dia ASN, TNI atau Polri maka harus punya surat ijin dari atasannya, dan harus menunjukkan hasil Rapid Test atau surat keterangan sehat beserta KTP. Namun, saya berharap untuk ASN yang dari Provinsi itu kalau bisa menetaplah di Sofifi, tidak usah bolak balik Sofifi-Ternate," jelasnya.

Penutupan akses masuk di Tikep, menurut Sinen, dilaksanakan selama dua pekan (14 hari). “Agar masyarakat kita bisa aman dari Virus Corona. Sebab, penyebaran corona ini datangnya dari luar daerah yang terjangkit. Dan, saat ini, Tidore juga sudah ada yang positif, sehingga perlu untuk kita ikhtiarkan agar penyebarannya tidak meningkat,” ujarnya. (Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini