Angka Kemiskinan Di Halbar Menurun

Editor: Admin author photo
Kantor BPS Halbar (foto:ist)

JAILOLO - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Halmahera Barat mencatat angka penduduk miskin di Kabupaten Halmahera Barat menurun.

Sesuai rilis BPS Halbar di website resminya, halbarkab.bps.go.id. Terlihat bahwa persentase penduduk miskin di Halbar pada tahun 2018 sebesar 8.74 persen, menurun 0.15 persen menjadi 8.59 persen di tahun 2019.

Kepala BPS Halbar, Urip Sugeng Santoso, ketika di konfirmasi, kamis (25/6), beberapa hari lalu mengatakan analisis kemiskinan di Halbar, Indikator yang digunakan BPS adalah dengan melihat Persentase Penduduk Miskin (P0), Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2).

Tiga indiktor penting kemiskinan tersebut kata Urip, merupakan akumulasi dari beberapa sub faktor yang bukan hanya dari sisi ketercukupan pangan atau makanan seseorang, namun juga faktor ekonomi, sosial, budaya dan politik.

"Kemiskinan bukan hanya soal ketidak terpenuhinya kebutuhan makanan, namun, kemiskinan merupakan masalah multidimensional yaitu; kondisi ekonomi, sosial, budaya dan politik seseorang," ungkap Urip. 

Dikatakan Urip, penurunan persentase kemiskinan di Halbar juga diikuti dengan penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), Dari 1,33 di tahun 2018 menjadi 0,87 di tahun 2019.

"Penurunan indeks kedalaman kemiskinan menandakan bahwa jarak antara rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin berkurang," paparnya.

"Atau rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin besar mendekati garis kemiskinan. Artinya bahwa pengeluaran penduduk miskin perkapita/bulan Rp316.381 di tahun 2018 meningkat menjadi Rp324.849/kapita/bulan di tahun 2019," sambung Urip.

Ia menambahkan, BPS mencatat trend penurunan persentase angka kemiskinan ini terjadi sejak 2016 dimana pada tahun tersebut persentase kemiskinan di angka 8.77 persen, menurun 8.74 di tahun 2017 dan 2018.

Urip bilang indeks kedalaman kemiskinan (P1) selama empat tahun terakhir cenderung fluktuatif.

"Di tahun 2016, P1, tercatat 0.66 naik menjadi 0.95 di tahun berikutnya, lalu naik lagi menjadi 1.33 di tahun 2018, kemudian turun di tahun 2019 menjadi 0.87 persen," jelasnya.

Demikian ia mengatakan dengan P2, selama empat tahun terakhir, pada 2016 yakni 0,07 naik menjadi 0,14, di tahun 2017 naik lagi di tahun 2018 menjadi 0,33 kemudian turun 0,13 di tahun 2019.

"Meskipun indeks keparahan dan kedalaman kemiskinan fluktuatif, namun tren IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Halbar mantap meningkat dari tahun ke tahun selama empat tahun terakhir," pungkasnya.

Di tahun 2016, IPM Halbar tercatat  diangka 63.83 meningkat menjadi 65.34 di tahun 2019.(zu3/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini