Banjir, Ketua HMT Palu Angkat Bicara

Editor: Admin author photo
Ketua Umum HMT Cabang Palu

Taliabu- Banjir yang melanda Bobong sebagai ibukota kabupaten PulaubTaliabu, sejak dawal sampai di akhir bulan Juni 2020 mengundang respon dan di tanggapi oleh mahasiswa Taliabu yang melanjutkan studi di luar daerah.

Salah satunya adalah Alvian asal Pulau Taliabu yang sementara melanjutkan studi di kota palu, propinsi Sulawesi Tengah.
Dalam Rilis yang di terima media ini, minggu (28/6/2020), Alfian mengatakan terlepas dari upaya Normalisasi drainase dari Dinas PU-PR saat ini, dinas tersebut juga bisa membuat kebijakan yang dapat mengantisipasi terjadinya banjir susulan nantinya.

"Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah seharusnya menerapkan kebijakan manajemen krisis untuk mengantisipasi kemungkinan adanya banjir susulan pada ibu kota kabupaten Pulau Taliabu," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa genangan air yang menyebabkan banjir saat ini adalah ancaman terhadap masyarakat

"Genangan air yg melanda ibu kota kabupaten Taliabu salah satu ancaman bencana yang setiap tahunnya mengalami banjir dan akibatnya aktivitas masyarakat akan terganggu," terangnya.

Alvian yang juga adalah ketua umum Himpunan Mahasiwa Taliabu Cabang Palu ini juga menilai bahwa saat ini Dinas PU-PR bisa membuat langkah antisipasi terhadap meluapnya air tersebut dengan membuat Turap.

"Sebagai langkah antisipasi Dinas PUPR Pulau Taliabu sudah seharusnya membuat turap sebagai dinding penahan air meluap ke Bobong, atau memberikan penyiagaan terhadap masyarakat," cetusnya.

Alfian berharap agar banjir saat ini tidak sama dengan keadaan banjir yang melanda bobong di beberapa tahun lalu yang sangat merugikan masyarakat Taliabu.

"Tanggal 24 Agustus 2017 banjir yang melanda ibu kota kabupaten (bobong) banyak kerugian materil mulai dari hewan Ternak, kerusakan alat elektronik, hingga rumah diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Inilah sebagai acuan bahwa ibu kota rawan bencana banjir, sehingga Pemda/Dinas PUPR pulau taliabu bisa bertindak cepat agar kondisi semaacm itu tidak terjadi lagi sekarang dan kedepannya. Tutup lelaki asal desa Langganu kecamatan Lede ini. (Ari)
Share:
Komentar

Berita Terkini