Baru Menjabat, Kepala BPJN Dan BWS Malut Di Beri Warning

Editor: Admin author photo
Wakil Ketua Gemak Malut, Maskur J. Latif (foto:ist)

Ternate, Baru dilantik sebagai kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku Utara Gunadi Antariksa serta kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, Bebi Hendrawibawa mendapat sorotan dari Generasi Muda Anti Korupsi (Gemak) Maluku Utara.

Wakil Ketua Gemak Malut Maskur. J latif kepada media ini. Jumat (26/06/20) mengatakan setelah di tetapkan kepala BPJN dan BWS Malut yang baru ia mendukung secara penuh.

"Ini adalah balai baru dengan di tetapkan balai pelaksanaan jalan nasional wilayah Maluku Utara. Tentu sebagai warga Maluku Utara mendukung," ujar Maskur di Warkop Soccer.

Maskur mengatakan sebelumnya balai ini masih tergabung dalam BPJN Wilayah Sembilan Maluku dan Maluku Utara tentu banyak hal yang terjadi di internal khusunya di satker wilayah satu dan dua Maluku Utara.

Atas pergantian itu Maskur meminta kepala yang baru agar bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Dengan adanya kepala BPJN wilayah Malut yang baru di harapakan benar-benar bekerja sesuai dengan konstruksi, juknis, dan ketetapan lainya," pinta Mantan ketua GMNI Kota Ternate itu.

Lanjut Maskur mengatakan bahwa proyek yang dulunya masih menjadi BPJN wilayah 9 Maluku Dan Maluku utara masih meninggalkan dosa turunan yang belum terselesaikan.

"Saya memberikan warning yang kepada kepala BPJN yang baru untuk benar-benar Bekerja dalam Aspek pengelolaan keuangan. Mulai dari tender/lelang paket proyek bahkan pelaksanan teknis pekerjaan dilapangan tidak membeda-bedakan dan tidak boleh membuka ruang konspirasi, untuk menghindari terjadinya persaingan tidak sehat dan monopoli proyek," terangnya

Maskur juga menyebutkan ada beberapa daerah di Maluku Utara yang masih terkendala pembangunan jalannya.

"Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) Republik Indonesia telah membagi ruas, diantaranya di Pemprov Malut melalui dinas PUPR Malut ada 1500 kilometer dan BPJN Wilayah Malut 1500 Kilometer," sebut Maskur

Bagi Gemak Malut masih banyak jalan yang belum mendapatkan akses misalnya di Halbar jalan ibu-Goal dan di Tikep jalan Payahe-Dahepodo hampir tidak bisa di urus oleh pemprov Maluku Utara.

"Jadi kedua jalan ini harus di lepas oleh pemprov Malut dan diserahkan untuk di laksanakan oleh BPJN Wilayah Maluku Utara dan hadirnya BPJN Wilayah Malut dapat berkoordinasi dengan PUPR Malut," pungkasnya.

Ia berharap agar semua lembaga ini dapat membangun sinergitas dalam melaksanakan proyek di Maluku Utara.

"Semoga dengan kepala BPJN Wilayah Maluku Utara yang baru dapat terlaksana dengan baik dan diakses oleh warga Maluku Utara," imbuhnya.

Selain BPJN Wilayah Malut. Maskur juga memberikana warning kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Utara yang baru, agar benar-benar menyelesaikan proyek yang masih tertunda.

"Hampir semua proyek di BWS khususnya satker air baku tidak dapat difungsikan, diantaranya pembangunan air baku di Kelurahan Ngade dan Facei di Kota Ternate, Embung Pulau Makian Di Kabupaten Halmahera Selatan," sebut Maskur.

Maskur bilang Proyek ini telah di buat dengan menelan anggaran miliaran rupiah.

"Semua proyek ini dibangun dengan anggaran miliar, maka di bawa kepemimpinan Bebi Hendrawibawa yang baru saya mendesak untuk menyelesaikan proyek tersebut," pintanya.

Menutup wawancara tersebut Maskur mengucapakan selamat kepada kepala balai BPJN Wilayah Maluku Utara Gunadi Antariksa dan Kepala BWS Wilayah Maluku Utara Bebi Hendrawibawa, semoga dapat amanah dalam bekerja. (red-tim).
Share:
Komentar

Berita Terkini