Dinkes Sula Bantah Jual Alkes

Editor: Admin author photo
Foto : Kadis Kepsul 

SANANA-  Staf pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) telah klarifikasi terkait alat Thermometer infared atau termomter tembak yang dipakai untuk mengukur suhu tubuh. Sebab alat tersebut yang dijual kepada pemerintah Desa Kou Bukan milik Dinas Kesahatan.

Klarifikasi tersebut adalah terkait dengan janji Sekretaris Daerah (Sekda) Syafrudin Sapsuha yang juga sebagai Plt.Kadis Kesahatan atas pemberitaan sebelumnya adanya oknum pegawai Dinas Kesahatan yang diduga menjual alat Cek suhu milik Dinkes kepada pemerintah Desa Kou.

Oknum pegawai tersebut merupakan Staf Seksi Farmasi Dinas Kesahatan yaitu Andika Pratama. Andika mengatakan, pada tanggal 18 april pekan kemarin, dirinya memesan alat Thermometer untuk cek suhu di Kota Makasar. Alat tersebut dipesan secara pribadi sebanyak 5 unit, katanya.

"Ada sala satu Desa yang datang yaitu Desa kou meminta untuk saya pesan. Saya mengatakan kepada mereka, bahwa perhubungan saat ini lagi susah, dan harganya belum stabil kadang naik kadang turun untuk termometer," sambung Andika.

Andika menjelaskan, alat Thermometer untuk cek suhu tubuh yang dipesan secara pribadinya satu unit Rp.2.500.000 termasuk ongkos kirim ke Kepulauna Sula melaui ZNE pada tanggal 28 april.

Lebih jauh, kata Andik, saat itu dapat satu unit Rp. 2500.000 dan mereka bilang tidak apa-apa. Dan dari situlah kita transaksi dengan memesan 2 unit yaitu dengan total harga 5 juta, beserta dengan ongkos kirim ke Sula dan untuk biaya ongkos kirim agak tinggi.

Andika bilang, alat thrmomter yang di pesan adalah secara pribadi dan alat Thermometer kemudian dibeli oleh pemerintah Desa Kou bukan inventaris Dinas. Pesanan alat tersebut adalah untuk membantu Pemerintah Desa karena pada waktu itu, alatnya sangat susah.

"Saya cuman sekedar membantu dan tidak ada niat sama sekali menjual aset Dinas," ujarnya singkat.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Dinkes Kepsul, Iswan Taufik menambahkan, terkait dengan alat Thermometer pihaknya hanya membantu pada saat itu seluruh tranportasi di tutup. Kemudian alat tersebut merupakan alat medis maka yang lebih mengetahui adalah pihak keseahatan.

"Alat itu merupakan permintaan dari dorang (mereka) untuk bagimana bisa dapat alat cek suhu tubuh itu, untuk mereka. Terus kemudian barang-barang ini adalah barang kesehatan teman-teman di Desa dalam hal ini Kepala Desa tidak tahu untuk belinya dimana, sehingga kami diminta untuk membantu untuk bisa belanjakan barang tersebut untuk kebutuah di Desa," terangnya.

Lanjut Iswan, untuk alat Thermometer yang ada Dinas Kesehatan terdata dan khusnya untuk kebutahan Covid-19 selalu ada pemeriksaan oleh inpektorat.

"Kalau kami punya sendiri di Covid-19 itu gudangnya di Istana Daerah (ISDA) Kabupaten Kepsul. Menurut dia, alat tersebu terdata setip hari khususnya barang untuk Covid-19 selalu diperiksa setiap saat oleh inspektorat. Dan tidak ada sama sekali bahwa Dinas Kesehatan menjual barang Dinas", ujarnya. (di)
Share:
Komentar

Berita Terkini