Geser Mabsel Minta Camat Transparan

Editor: Admin author photo
Geser Mabsel Saat Melakukan Hering bersama (foto:ist)

MABA- Gerakan Selamatkan Rakyat (Geser - Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur mempertanyakan pertemuan gelap dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor camat maba selatan Desa Bicoli

Dalam aksi tersebur Geser menuntut Pemerintah Kecamatan Maba Selatan menduga tidak transparan atas pertemuan gelap dengan pihak ketiga PT. Modra Agung Persada yang diduga akan beroperasi di Wilayah Maba Selatan.

Kordinator Lapangan (Korlap) aksi Rusli Majid menyempaikan dalam undang-undang No 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik dengan mengatur prinsip prinsip pemerintahan yang baik yang merupakan efektifitas fungsi pemerintahan.

"Pemerintah berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam rangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-undang Tahun 1945," paparnya.

Namun sejauh ini, ia menilai pemerintah kecamatan tidak transparan soal pelayanan publik.

"Terbukti saat rapat gelap yang di gelar pemerintah kecamatan dan Pemdes Maba Selatan pada Tanggal 8 bulan Juni 2020 Kemarin, dinilai tidak transparan dan kami menduga ada rapat yang berlangsung bersama pihak ke tiga yakni PT. Modra Agung Persada yang Ijin operasinya di Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur," teriak Rusli.

Rusli juga mengungkapkan kekesalannya ketiak Camat Maba Selatan sama sekali tidak tahu menahu soal perusahan yang akan beroperasi dilokasiny.

"Padahal beberapa perwakilan pemerintah desa membenarkan bahwa adanya perusahan yang akan beroperasi di maba selatan. Ini kan aneh," Kesal Rusli.

"Kami sesali adalah sampai sejauh ini, tidak ada sosialisasi terkait perusahan yang akan beroperasi di wilayah maba selatan. Kalaupun suda ada isu isu terkait kehadiran perusahan maka harus dilibatkan masyarakat pemuda dan mahasiswa agar bicarakan soal ini," sambungnya.

Ia mendesak kepada Camat dan Pemdes untuk mediasi forum akbar dengan masyarakat, toko adat serta pemuda agar mengevaluasi kinerja pemerintah desa, BPD se kecamatan maba selatan.

"Kami meminta camat untuk menyelesaikan konflik horizontal seluruh masyarakat maba selatan. Mendesak camat untuk melibatkan pemuda dan mahasiswa dalam setiap pembahasan Musrembang Desa serta kordinasi Polres Haltim agar memindahkan Polsek Maba Selatan ke wilayah kerja administrasi," pungkasnya.

Sementara itu Camat Maba Selatan Mohtar H. Mohammad menanggapi aksi tersebut dengan mengatakan telah ada kesepakataan pihak pihak terkait dengan tuntutan tersebut.

"Lewat beberapa tuntutan teman teman pemuda dan mahasiswa diatas maka suda diperkuat sebagai Nota kesepakatan antara pemerintah Kecamatan diantaranya Camat, Pemdes se-maba selatan dan Gerakan Selamatkan Rakyat Halmahera Timur," sebutnya.

Sesuai dengan tupoksinya Mohtar akan menindaklanjuti permintaan masa aksi tersebut.

 "Akan saya tindaklanjuti sebagai penanggung jawab sebagai fungsi kontrol di kecamatan maba selatan," tutupnya. (red-ril)
Share:
Komentar

Berita Terkini