Kabag Humas Keliru Menafsirkan Instruksi Wawali Tikep

Editor: Admin author photo
Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan

TIDORE--Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah (Setda) Kota Tidore Kepulauan, Asiz Hadad, keliru dalam menafsirkan instruksi Wakil Walikota Tidore Kepuluan, Muhammad Sinen, berkaitan dengan masa berkabung dan libur Aparatur Sipil Negara (ASN) selama dua hari yang ditetapkan mulai tanggal 2- 4 Juni 2020.

Kekeliruan corong Pemkot Tikep dalam menyampaikan kebijakan yang dikeluarkan Wakil Walikota Tidore Kepulauan. Selain menimbulkan polemik di kalangan publik, hal ini pun menghambat pelayanan dasar terhadap masyarakat.

Atas kekeliuran menafsirkan instruksi Wawali Tikep tersebut. Muhammad Sinen angkat bicara. Menurutnya,   instruksi yang ia keluarkan tidak bermaksud meliburkan semua kantor, tetapi pelayanan dasar bagi masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Terutama di bidang Kesehatan, misalnya seperti Puskesmas harus tetap aktif untuk melakukan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat dengan sistem kerja pembagian shif dan tetap mengikuti protokol kesehatan, jelas Ayah Erik sapaan Wawali Tikep, kepada nusantaratimur.com di kediamannya di Sofifi, Rabu (03/06).

Pasalnya, instruksi yang dikeluarkan Wakil Walikota Tidore Kepulauan didasarkan pada situasi dan kondisi pemerintahan yang saat ini telah banyak terpapar corona utamanya di lingkup Pemkot Tikep.

Tak hanya itu, adanya penetapan masa berkabung selama dua hari ini. Para ASN khususnya yang berada di lingkup Kantor Walikota Tidore dapat bekerja dari rumah, untuk sementara waktu guna dilakukan sterilisasi di  kantor tersebut.

"Instruksi ini tidak meliburkan semua dinas hanya OPD-OPD terkait yang hasilnya telah dinyatakan positif corona. Lagi pula jika kita melihat kondisi saat ini kantor walikota perlu disterilisasi, karena dua pimpinan pemerintahan sudah dinyatakan positif corona, yakni bapak walikota dan Almarhum Sekda Asrul Sani Soleiman,” tuturnya.

Untuk itu, kata Wawali, dalam memutuskan mata rantai penyebaran virus corona. “  Saya minta ASN yang bekerja di lingkup kantor walikota selama dua hari dilakukan istirihat sementara dan bekerja dari rumah. Mengingat, saat ini juga dari hasil Rapit Tes/Sweb Tes terhadap Pejabat maupaun ASN yang melakukan kontak langsung dengan Walikota maupun Alm. sekda masih banyak yang belum keluar,” tegasnya.

Selain ASN yang berada di lingkup Kantor Walikota. Muhammad Sinen menuturkan terkait dengan masa berkabung dan istirahat sementara untuk berkantor. Olehnya itu, instruksi ini pun berlaku kepada OPD terkait yang pejabat dan ASNnya dinyatakan positif corona. Tujuan adalah agar kantor-kantor tersebut dapat disterilisasi,” sambungnya.

“ Kebijakan ini diambil bertepatan dengan meninggalnya Istri bapak walikota. Untuk itu sebagai ummat yang beragama, saya turut berduka cita yang mendalam atas kepergian dua kerabat saya, baik Istri Walikota maupun Alm. Sekda,” kata Wawali.

Karenanya, kata Muhammad Sinen, jadi penetapan masa berkabung ini, pointnya lebih kepada sterilisasi kantor walikota dan OPD terkait guna terputusnya mata rantai penyebaran Covid-19, tutupnya.(Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini