Kantor Desa Di Palang Warga, Kades Garojou Diduga Ingkar Janji

Editor: Admin author photo
"Saya Ada Urusan Demi Warga Desa Garojou"
Kantor Desa Garojou saat di palang warga (foto:ist)

TIDORE - Merasa tidak puas dengan kebijakan Pemerintah Desa dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), sejumlah masyarakat Desa Garojou melakukan aksi pemalangan Kantor Desa, pada Senin, (1/6/20)

Insident tersebut, membuat Kepala Desa Garojou Kecamatan Oba Utara, Halil Sabtu kemudian angkat bicara, Halil bilang bahwa aksi pemalangan kantor Yang dilakukan oleh sejumlah warganya itu karena merasa dirinya (Kades) tidak memenuhi permintaan warga untuk melakukan audience pada Jumat, 29 Mei 2020 untuk membahas terkait dengan sejumlah warga Yang belum mendapatkan BLT-DD.

"Mereka palang kantor itu karena merasa saya berbohong dan tidak menepati janji untuk melakukan audience, sementara waktu Yang mereka minta ke saya pada Jumat kemarin itu saya ada urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan," ungkap Halil.

Lanjutnya mengatakan yang dilakukan menyangkut dengan urusan warga Garojou juga, sehingga pada hari senin mereka kemudian menagih janji dan sudah memfasilitasi.

"Hanya saja hari senin juga bertepatan dengan tanggal merah sehingga staf saya sebagian tidak hadir, namun saya sendiri yang langsung memimpin pertemuan dengan mereka," ungkapnya. Saat di temui di kediamannya Senin (1/6/2020)

Lebih lanjut, Kades menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga itu meminta agar dalam penyaluran BLT-DD untuk sisa warga desa Garojou Yang berjumlah kurang lebih sebanyak 70 orang harus mendapatkan BLT-DD karena dianggap mereka adalah warga kurang mampu.

"Namun dalam penyaluran bantuan tersebut, bahwa ada mekansime Yang membatasi, dimana untuk warga penerima PKH/BPNT dan penerima BLT Kemensos sudah tidak bisa menerima, dan itu termuat dalam Edaran Kementrian Desa dan PDTT Nomor : 9/PRI.00/IV/2020 Tentang Petunjuk Tekhnis Pendataan Keuangan Calon Penerima BLT Dana Desa," terangnya.

"Total Kepla Keluarga (KK) di Desa Garojou sebanyak 230, dengan kategori ASN 18 KK, Polri 5 KK, sisanya 207 itu diluar dari KK Kategori ASN dan Polri, sementara Jumlah penerima PKH/BPNT di Desa Garojou ini sebanyak 32, penerima BLT Kemensos sebanyak 18, dan BLT Desa sebanyak 25, dan untuk Bantuan Sosial dari Pemkot Tikep sebanyak 185 sudah diluar dari ASN, polri dan Pengusaha," sambungnya.

Lebih lanjut Halil mengatakan alasan untuk warga lainnya tidak bisa diberikan BLT-DD karena tidak masuk dalam kategori Edaran Kemendes PDTT, dimana hanya disebutkan Yang berhak menerima adalah Keluarga berpenyakit kronis atau menahun, dan terancam kehilangan pekerjaan.

"Jika kita melihat kondisi Garojou ini untuk aktivitas warga masih berjalan seperti biasanya, dimana petani kesehariannya masih berkebun dan untuk pedagang masih tetap menjalankan aktifitas jual beli di pasar, olehnya itu 25 warga Yang kami tetapkan sebagai penerima BLT ini adalah mereka Yang berpenyakit kronis, usia lanjut, ditambah dengan janda dan duda," sebutnya.

Sementara untuk mereka yang tidak menerima BLT, semuanya telah dimasukan dalam penerima Bantuan Sosial dari Pemkot Tikep, kecuali mereka yang kategori ASN, Polri dan Pengusaha Besar.

"Jika mereka mau semua harus dapat BLT-DD, lantas bertabrakan dengan aturan siapa yang bertanggungjawab, lagipula terkait dengan bantuan BLT ini bukan saja hanya dibijaki oleh Kepala Desa, melainkan melalui kesepakatan dengan BPD, LPM, RT/RW dan Kepala Dusun, jadi setelah pertemuan tadi, mereka akhirnya bisa menerima, lagipula di musim Corona ini juga semua warga di Desa Garojou sudah dapat bantuan, dan itu kami lakukan secara transparan, tidak ada Yang ditutupi," pungkasnya.

Sekedar diketahui amatan media ini di lokasi Kantor Desa Garojou Kecamatan Oba Utara Kota Tikep , untuk saat ini pemalangan kantor desa Garojou telah dibuka, dan siap beraktifitas seperti biasa. (Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini