LSM Nilai DLH Halteng Longgar Awasi PT. Bakti Pertiwi Nusantara

Editor: Admin author photo
Ibrahim Yakub (Foto/Ist)
WEDA--Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Lingkungan Provinsi Maluku Utara (Malut) mendesak  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera turun melakukan investigasi atas dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT. Bakti Pertiwi Nusantara yang beroperasi di Desa Wale, Kabupaten Halmahera Tengah.

“ Kami minta DLH Pemkab Haltim dan DLH Provinsi turun ke perusahaan atas dugaan pencemaran lingkungan oleh PT. Bakti Pertiwi Nusantara,” tegas Ibrahim Yakub, Ketua Bidang Humas dan Penataan Lingkungan Hidup LSM Jaringan Lingkungan Malut, kepada wartawan media ini, Kamis (11/06/2020).

Ibrahim berpendapat pencemaran lingkungan di Desa Wale merupakan tindakan yang cukup membahayakan terhadap kelangsungan hidup masyarakat setempat. Bahkan,  hal itu dapat berpengaruh kepada pendapatan  masyarakat yang cenderung menurun khususnya di sektor perikanan.

Lebih parah lagi, kata Ibrahim, jika pembuangan limbah  tidak sesuai prosedur itu bebas ke laut akan berdampak terhadap matinya  biota laut, tutur Baim sapaannya.

Baim mengatakan pencemaran lingkungan PT. Bakti Pertiwi Nusantara harus ini menjadi catatan penting terhadap pengawasan dari pemerintah daerah juga lewat dinas terkait cenderung lemah  di sisi kebijakan demi keselamatan kehidupan masyarakat di sekitar lingkar tambang.  Padahal, tindakan pencemaran itu bisa mendapatkan sanksi hukum dengan aturan hukum yang berlaku.

"Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah harus ambil langkah tegas. Sebab ini menyangkut dengan kesejahteraan masyarakat nelayan, jika ini dibiarkan, maka pencemaran lingkungan di Halmahera Tengah akan terus terjadi,” timpal Baim.

Untuk itu, LSM Jaringan Lingkungan Malut mendukung langkah DPRD Halteng agar mengajak DLH Pemkab Halteng melakukan investigasi PT. Bakti Pertiwi Nusantara di Desa Wale.

“ Pada prinsipnya langkah Panja DPRD Halteng menginvestigasi perusahan kami sangat mendukung, jika perlu libatkan DLH setempat,” ujarnya.

Pengawasan DLH Kabupaten terjadi kelonggaran yang menyebabkan terjadi pencemaran lingkungan, tutupnya. (dir)

Share:
Komentar

Berita Terkini