Oknum ASN Halbar Jalani Sidang Kode Etik

Editor: Admin author photo
Foto: Sidang Kode Etik Majelis Pemkab Halbar
JAILOLO – Menindaklanjuti laporan salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan Pemkab Halbar sebut saja AG. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui sidang yang digelar Majelis Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, pada Senin (08/06/2020).

Sidang kode etik ini digelar, pasalnya AG diduga melaporkan perbuatan salah seorang pejabat di lingkup pemkab Halmahera Barat, RN, yang merayu dan menggoda istrinya, NN, (Staf RSUD Jailolo) via WhatsApp maupun panggilan telepon yang peristiwa tersebut terjadi pada enam atau tujuh bulan lalu.

Sidang yang berlangsung di Aula Baikole Kantor Bupati Halbar ini, dipimpin langsung oleh Sekda Halbar, Syahril Abd. Rajak selaku Pimpinan Majelis Sidang dan didampingi lima anggota majelis yakni Vence Mulwere, Asisten I Pemda Halbar, Julius Marau Kepala Inspektorat Halbar, Jubair Latif Kepala BKD Halbar, Fredik Budiman Staf Ahli Pemda Halbar dan Deni Kasim Staf Ahli Bidang Hukum.

Sebelum majelis meminta keterangan kepada AG di ruang sidang, majelis terlebih dulu melakukan sumpah berdasarkan agama masing-masing. Kemudian majelis memanggil NN, istri dari AG untuk memberikan keterangan berdasarkan laporan BAP, setelah keterangan yang diberikan oleh AG.

Selesai dari pengumpulan keterangan kepada AG dan NN, namun sebagai terlapor RN tidak berkesempatan hadir dalam sidang tersebut, maka sidang Kode Etik ini kembali ditunda.

Pimpinan Majelis Sidang, Syahril Abd Rajak menyampaikan bahwa, karena  yang bersangkutan tidak hadir dalam sidang tersebut, maka sidang ini akan dilanjutkan pada Rabu 10 juni 2020 mendatang.

"Dari keterangan oleh suami istri yang ada, kita menunggu perkembangan setelah kita memeriksa RN yang bersangkutan sebagai terlapor," jelasnya.

"Mengingat karena terlapor tidak hadir pada hari ini, maka sidang kode etik ini dilanjutkan pada Rabu 10 Juni 2020, pukul 10.00 WIT," ujarnya.

Syahril juga meminta kepada pelapor, untuk menyiapkan bukti pendukung lainnya seperti rekaman dan lain-lain pada sidang lanjutan  pemeriksaan terlapor.

"Kepada pelapor, bahwa hari Rabu harus ada bukti rekaman untuk didengarkan kepada majelis sidang," lanjut Syahril.

Diketahui pula dalam Sidang Kode Etik ini, dihadiri juga oleh Direktur RSUD Jailolo dan Kadis Perhubungan Halbar. (zu3/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini