Pasca Panen, Petani Di Morotai "Galau"

Editor: Admin author photo
Foto : padi siap panen di Desa Ngele-ngele (man)

Morotai,- Panen merupakan suatu kondisi paling bahagia yang dialami oleh petani, namun itu berbeda dengan masyarakat Desa Ngele-Ngele Kecil/Usbar, Kecamatan Wayabullah. Kabupaten Morotai, para petani ini ketika pasca panen kesulitan menjual hasil panennya.

Alhasni Daeng Sewang, salah seorang petani di Desa Ngele-Ngele Kecil, mengaku bingung menjual hasil panen ke mana. Kondisi ini dikarena tidak ada akses ke pembeli.

“Jika panen kami makan sendiri, mau dijual juga tidak tahu ke mana. Dalam setahun panen bisa 2 kali. Tapi tidak tahu harus jual ke siapa,” ujarnya, melalui Via Telpon, Kamis (10/06/2020).

Selain itu di korfimasi pada waktu yang sama ke petani lain, banyak keluhan masyarakat terkait hasil panen yang melimpah namun tidak ada pasar untuk menjual.

"Hal ini pun telah diungkapkannya pada Pemerintah Desa namun belum juga mendapat informasi yang jelas. Sudah kami sampaikan. Namun, memang belum ada solusi ke mana kami harus menjual hasil panennya. Warga pun hanya menjual Rp 11 ribu perkilogram. Itu pun jarang ada yang beli,” jelas Jalil Daeng Marakah Petani asal Ngele-ngele kecil itu.

Menurutnya, potensi pertanian di Desa Ngele-Ngele Kecil tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, di kampung ini masih tersedia lahan seluas 5  hektar yang siap digarap untuk pertanian. Ditambah lagi aliran sungai pun menjadi pendukung utama pengairan di kampung ini.

“Dari 7 hektare lahan pertanian yang ada, baru 4 hektare yang digarap warga. Inilah yang menjadi permasalahan saat ini. Kami berharap pemerintah mau turun tangan untuk membantu petani menjual hasil panen mereka,” terangnya.

Diakuinya, padi yang dihasilkan petani memang kurang bagus. Namun dengan perhatian pemerintah, potensi yang ada bisa dikembangkan. Pihak kampung pun telah meminta bantuan pihak ketiga untuk dapat menghasilkan padi yang berkualitas.

“Jenis padi kami memang standar. Tapi kami yakin mampu menghasilkan padi yang berkualitas. Kami berharap pemerintah mau mencarikan solusi yang dihadapi petani,” pungkasnya. (red-tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini