Pemkot Tikep Bakal Batasi Rapid Test Kepada Masyarakat

Editor: Admin author photo
Foto: Rapid Test
TIDORE – Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan berencana akan membatasi pelaksanaan Rapid Test bagi masyarakat di Kota Tidore Kepulauan. Meskipun demikian, pelaksanaan Rapid Test tetap akan dilakukan dengan memprioritaskan pada warga yang diduga telah melakukan kontak erat pada pasien positif Corona.

Kebijakan Pemkot ini akan dilakukan, pasca berakhirnya Kebijakan Buka Bersyarat terkait dengan akses keluar masuk Kota Tidore Kepulauan pada tanggal 10 Juni 2020.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Tidore kepulauan Muhammad Sinen kepada wartawan media ini pada Senin (08/06/2020), dengan mempertimbangkan alat Rapid Tes yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Tidore kepulauan yang masih sangat terbatas. Mengingat hasil dari Rapid Tes itu sendiri belum bisa dipastikan terkait dengan adanya virus corona. Mengingat pembatasan pelaksanaan Rapid ini juga, menunggu keterangan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tikep untuk segera mempercepat pengadaan alat swab tes berupa PCR di Kota Tidore.

"Rapid Tes hanya dilakukan untuk warga yang melakukan kontak erat dengan pasien positif corona jadi apabila ada warga yang dinyatakan positif, maka orang-orang yang melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan akan ditracking dan dilakukan Rapit Tes," tambahnya. 

Lebih lanjut, Wawali menambahkan bahwa untuk warga yang apabila dalam pelaksanaan Rapid Tes dinyatakan reaktif, maka akan dikembalikan ke rumah dan dilakukan karantina mandiri sambil terus dipantau oleh Bidang Desa atau Kelurahan. Sementara yang dinyatakan positif corona akan dikarantina ditempat yang telah disiapkan  oleh Pemerintah Daerah Kota Tikep, seperti di Guest House, SKB dan LPMP Kelurahan Rum. (Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini