Pemkot Tikep Rencana Buka Akses Keluar Masuk Tidore Tanpa Syarat

Editor: Admin author photo
Kantor Walikota Tidore Kepulauan
TIDORE – Merespon edaran Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terkait dengan Buka Bersyarat akses keluar masuk kota Tidore yang akan berakhir pada tanggal 10 Juni 2020, Pemkot Tidore Kepulauan berencana akan membuka kembali akses keluar masuk Kota Tidore Kepulauan tanpa syarat sebagaimana termuat dalam Edaran sebelumnya.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat di temui diruang kerjanya pada Senin, (08/06/2020).
Lebih lanjut orang nomor dua di Kota Tidore Kepulauan, mengatakan meskipun tanpa ada persyaratan yang diberlakukan terhadap masyarakat Kota Tidore Kepulauan maupun masyarakat yang datang dari luar Tidore. Namun sanksi tegas akan diberlakukannya apabila kedapatan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, misalnya masyarakat yang tidak menggunakan masker.

"Kebijakan buka bersyarat yang berakhir tanggal 10 Juni 2020 tidak lagi dilanjutkan, akan tetapi tetap dibuat kebijakan yang memperketat terhadap protokol kesehatan, seperti wajib pakai masker, jaga jarak, pembatasan keluar rumah, menghindari kerumunan, dan sebagainya," jelasnya.

Kebijakan ini, kata Wawali nantinya akan dirumuskan dalam aturan hukum yang berbentuk Peraturan Walikota (Perwali) yang disusun melalui Bagian Hukum Setda Kota Tidore Kepulauan dan dikoordinasikan dengan Dandim 1505 Tidore, Polres  Tidore Kepulauan dan Kejaksaan Negeri Kota Tidore Kepulauan. Perwali tersebut akan memuat sanksi secara tegas, seperti sanksi bagi yang tidak menggunakan masker dan seterusnya.

Lebih lanjut, Wawali menjelaskan bahwa kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan ini telah mempertimbangkan semua aspek, baik dari aspek kesehatan dan ekonomi masyarakat.

"Kita boleh berikhtiar soal penyebaran pandemi Covid-19 tetapi tidak harus mematikan mata pencaharian masyarakat, selanjutnya tinggal kita perkuat soal sanksi bagi masyarakat yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, kita juga akan memperketat pemeriksaan mulai dari pintu masuk sampai pada tingkat kelurahan dan desa. Jadi sebelumnya, kita hanya melakukan pembatasan sosial dengan sejumlah persyaratan tanpa ada sanksi, maka sekarang kita akan buat sanksi bagi mereka yang tidak mau menjalankan protokol kesehatan," tegasnya.

Untuk men-sosialisasikan kebijakan ini, nantinya akan kami undang seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa Se-kota Tidore Kepulauan untuk pertemuan bersama Wakil Walikota pada Selasa, 9 Juni 2020 di Aula Nuku Kantor Walikota secara bertahap. Dimana untuk tahap pertama fokus pertemuan dilakukan dengan Kepala Desa, Lurah dan Camat yang berada di Kota Tidore, Mare dan Maitara. Sementara pada tahap kedua akan dilakukan dengan para Lurah, Kepala Desa dan Camat di wilayah Oba.

"Seluruh Camat harus turun tangan dan proaktif membangun koordinasi dengan pihak TNI, Polri, Puskesmas dan aparat di tingkat Kecamatan serta proaktif memantau unsur dibawahnya  termasuk Lurah, Kepala Desa, Bidan Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas agar terbangun sinergi dalam penanganan Covid-19 di Tingkat Desa atau Kelurahan," ungkapnya.

Sekedar diketahui terkait dengan pertemuan yang berlangsung di Aula Nuku Kantor Walikota pada Senin, 8 Juni 2020 pagi tadi ini, turut dihadiri oleh Kejaksaan Negeri Tidore, Polres Tidore, Dandim 1505 Tidore, sejumlah Pimpinan OPD, Direktur RSUD Tikep, Staf Ahli Walikota dan Asisten Walikota. (Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini