Perkara Tamu Pemerkosa Tuan Rumah Akan Disidangkan

Editor: Admin author photo
Tersangka CD pelaku pemerkosaan bersama penyidik Polres Haltim
MABA--Perkara asusila yang terjadi hampir setahun yang silam di Desa Buli, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), akhirnya dirampungkan Kesatuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Satreskrim Polres) setempat. Barang bukti kasus perkosaan secara paksa oleh tersangka berinisial CD alias Kabo (41) terhadap korban VS (22) telah lengkap, selanjutnya akan dilimpahkan untuk segera disidangkan.

Kepala Satreskrim (Kasatreskrim) Polres Haltim, Inspektur Polisi (Iptu) Ambo Waleng, SE, telah menyerahkan tersangka dan barang bukti tahap dua tindak pidana pemerkosaan ini ke pihak kejaksaan setempat. Dalam waktu dekat perkara ini akan dimejahijaukan. Berlarut-larutnya kasus ini menyusul pihak kepolisian kesulitan memperoleh saksi. Terlebih lagi, barang bukti juga hampir tak bisa diperoleh. Walau begitu, dengan penyelidikan yang cukup mendalam akhirnya barang bukti berhasil ditemukan.

Syahdan, kejadian ini heboh sejak awal Juli setahun yang lampau. Peristiwa ini terjadi di rumah milik warga keturunan tionghoa, Liong Sembeng, di Desa Buli. Awalnya, tersangka CD tiba di Buli, dan numpang tinggal sementara di kediaman Sembeng selama dua pekan. Di rumah itu, ada seorang perempuan remaja. Perempuan kelahiran 22 tahun lalu ini, dikenal menderita down syndrome alias memiliki gangguan spektrum autisme. Lazimnya biasa disebut keterbelakangan mental. Perempuan malang ini yang kemudian menjadi pelampiasan birahi sang tamu.

Si pelaku yang baru nongol rupanya langsung punya niat buruk terhadap sang korban. Tatkala Sembeng dan sejumlah orang rumah tak berada di rumah, CD pun lantas beraksi. Perempuan berparas cantik yang tengah menonton televisi, lantas diseret paksa si pelaku ke bilik kamar. Jeritan keras VS tak dapat memanggil pertolongan. Mulutnya dibungkam oleh CD.

Walau mencoba melepaskan diri, namun VS tak berdaya. Dengan kekerasan dan mulut yang disumpal pelaku, VS tak bisa berbuat apa-apa. Hanya tangisan dan derai air mata yang bisa menjelaskan betapa tragisnya nasibnya saat itu.

Pelaku yang tak lain tamu Sembeng ini, tak mengira bila perbuatan bejatnya itu bakal terkuak. Mungkin saja, dia berpikir korban menderita down syndrome maka segalanya pasti takkan bisa terendus. Terlebih lagi, si korban telah diancamnya agar tutup mulut. Namun, rupanya, apes bagi CD. Tuan rumah bernasib malang itu membuka aib sang tamu dihadapan keluarganya.

Dari hasil visum et repertum, diperoleh bahwa CD diperkosa secara paksa. Bahkan, ditemukan sejumlah memar akibat kekerasan yang dilakukan CD di sebagian tubuh VS. “Tersangka CD dijerat dengan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 Tahun Penjara,” kata Kasatreskrim, Ambo Waleng.

Kini, setelah berkasnya dilimpahkan ke kejaksaan, maka perkara tamu bejat pemerkosa anak tuan rumah akan segera disidangkan. (riel)
Share:
Komentar

Berita Terkini