Praktisi Hukum Soroti Ambruknya Plafon Mesjid di Desa Onemay

Editor: Admin author photo
Kondisi Plafon Masjid yang ambruk di desa ngele (foto:ist)
Taliabu- Ambruknya Plafon mesjid Nurul Yakin yang belum lama selesai di rehab di desa Onemay kecamatan Taliabu Barat Laut, Kabupaten Pulau Taliabu. Kamis (25/6/2020) kemarin, membuat praktisi Hukum, Edi Hasim La Madu angkat bicara.

Di ketahui, Dana Rehab mesjid tersebut telah memakan anggaran sebesar 1 Milyar lebih dari danah hibah yang bersumber dari APBD Pulau Taliabu 2019, dengan dua kali di anggarkan. Tahap pertama  Rp. 750.000.000.00, dan pada tahap kedua Rp. 466.043.000.00.

Seperti dilansir dari Laporan Keuangan Nomor 21.A/LHP/XIX.TER/5/2019 Tanggal 22 Mei 2019 tentang Pembayaran Belanja Hibah kepada Anggota Masyarakat Pembangunan Masjid atas Pembangunan Masjid Nurul Yaqin Desa Onemay sesuai NPHD Nomor 450.2/01/PT/I1I/2018 dan 04'PAN-PEL/III/2018, tanggal 06 Maret 2018, 450.2A31/PT/III/2018 dan 04/PAN PEMII/20180336/SP2D- LS/4.01.15/PT/llt/
2018, 09 Maret 2018  Total Nilai dicairkan  Rp. 750.000.000.00. Ini untuk penganggaran Rehabilitasi yang Pertama.

Sedangkan pada tahap ke dua, tahap kedua Masjid yang di kerjakan oleh perusahan CV. Permata Usaha dengan nomor Kontrak. 62.2/64 Kons/ Kontrak / PPK/ DPU-PR/ PT/2019 adalah dengn nilai anggaran, sebesar Rp.466.043.000.00.

Atas hal ini Praktisi Hukum, Edi Hasim Lamadu mengatakan bahwa sangat menyayangkan kondisi Mesjid Nurul Yaqin yang terjadi di desanya tersebut karena belum lama direhab dengan anggaran yang cukup fantansis itu sudah kembali Rusak. Sehingga ia menilai pihak rekanan dan panitia rehab hanya asal asalan melakukan tahapan pekerjaan rehabilitasi Masjid Nurul Yaqin.

"Mesjid ini sudah dua kali di anggarkan, yakni pertama sebanyak 750.000.000.00, namun saat selesai rehab pertama sudah  rusak, kemudian dianggarkan lagi sebanyak 4 ratus juta lebih, yang sekarang malah lebih parah kerusakannya, jadi kami menilai bahwa pihak rekanan bekerja asal asalan agar anggaran bisa ditilep sebagian. Sesal edi saat di konfirmasi media ini pada Jumat, (26/06/2020) pagi tadi.

Akan hal itu, dirinya mendesak agar Dinas Terkait dan, DPRD Pulau Taliabu turun lapangan agar bisa di tindaklanjuti

"Untuk itu, Kami Meminta instansi yang terkait DPRD Pulau Taliabu, PUPR Kabupaten Pulau Taliabu Maupun Kesra agar kembali meninjau Kondisi mesjid kami di Desa Onemay agar bisa menindak lanjuti baik proses perbaikan maupun penganggaran yang ada," tegasnya.

Sebelumnya juga, pihak yang di maksud oleh Edi telah pernah turun namun baginya ada ketidakseriusan dari pihak tersebut sehingga ia meminta agar hal tersebut betul-betul diseriusi.

"Dari ketiga instansi tadi DPRD PU-PR serta Kesra sudah pernah meninjau Kondisi Mesjid saat kasus kerusakan yang pertama terjadi, tapi seakan akan tidak ada keseriusan dari mereka untuk mengefaluasi pihak rekanan maupun panitia Rehab, jadi kali ini kami mendesak agar kembali meninjau serta mengevaluasi pihak pihak yang diduga  terlibat kongkalikong di tahapan pekerjaan rehab Mesjid yang kami cintai ini dan di proses secara hukum, sebab ini anggaran hibah bukan anggaran pribadi," tutupnya.

Sampai berita ini dipublikasi pihak rekana masih dalam konfirmasi wartawan kami. (red-tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini