Sepra Minta Pemda Haltim Bayar Lahan Warga

Editor: Admin author photo
Ketua Sepra Haltim (foto :ist)

MABA-  Lembaga Swadaya Masyarakat  Sentral Perjuangan Rakyat (Lsm-Sepra Haltim Malut) mempertanyakan  lahan Warga Getowasi di Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur yang belum dibayar.

Ketua Sepra Haltim Rusmin Hasan mengatakan penggusuran Lahan warga terjadi di Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur.

" Pak Kadis pertanahan Harjon Gafur kepada masyarakat Gotowasi menjanjikan akan membayar lahan warga yang di gusur pada bulan April hingga Mei Tahun 2020 kemarin. Namun sampai saat ini belum ada pembayaran lahan warga," ujar Rusmin.

Ia meminta agar Secepatnya kadis pertanahan Haltim agar segera membayar janjinya.

"Kalaupun dalam beberapa waktu dekat ini tidak di bayar tuntas lahan warga yang digusur untuk jalan produksi. Saya bersama masyarakat Gotowasi akan mendatangi Kadis Pertanahan dan menduduki DPRD serta Pemda Haltim untuk meminta Bupati agar mencopot Kadis pertanahan karena dinilai Membohongi Masyarakaat," pintanya.

Lebih lanjut Rusmin Bahwa bilang sesuai keputusan Bupati Haltim tentang penetapan harga tanah dan tanaman di kabupaten Halmahera Timur No: 166.45/593.93.62-30/2012 dan berdasarkan peraturan Presiden No:65 Tahun 2006  tentang perubahan atas PP No: 36 Tahun 2005.

"Tentang pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum pada urutan keputusan No 2 bahwa pengadaan tanah dengan cara memberikan ganti rugi kepada yang melepaskan atau menyerahkan tanah bangunan tanaman dan benda benda yang berkaitan dengan tanah," ungkapnya.

Sementara Kadis Pertanahan dan Lingkungan Hidup Harjon Gafur mengakui terkait dengan pembebasan lahan sampai hari ini Pemda Haltim belum menyelesaikan.

"Namun penyelesaian ganti rugi tanah maupun tanaman yang kena perbaikan Geometrik jalan itu, sebenarnya suda kami anggarkan untuk Tahun ini. Hanya saja ada keterlambatan dari sisi penganggaran," tangkisnya.

Sambung Harjon mengatakan untuk sementara waktu terhalang karena kondisi keuangan daerah yang  berakibat dari Covid-19 ini. Sehingga semua terhambat prosesnya.

"Sebelum itu saya sudah menyurat kepada pihak kecamatan terhadap keterlambatan itu, saya mengundang secara resmi dengan harapan pihak kecamatan tindaklanjuti, Menyampaikan itu kepada desa yang bersangkutan," bantah Harjon.

Ia berharap kedepan akan menyelesaikan penganggaran tersebut. "Yang Jelas penganggaran Geometrik jalan Luas Maba Gotowasi kami suda mengalokasikan di APBD Tahun 2020," tutupnya.
Share:
Komentar

Berita Terkini