Tidak Patuh, Nasib ASN Asal Halbar Di Unjuk Tanduk

Editor: Admin author photo
Hairun Bahruddin (foto:ist)
JAILOLO - Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), beberapa waktu lalu telah melayangkan Surat pemanggilan kepada Hairun Bahruddin (HB), dengan nomor surat : 800/281/VI/2020 dengan tertanggal 29 juni 2020 atas pelanggaran kode etik.

"Sebelumnya surat panggilan pertama sudah dilayangkan, akan tetapi HB tidak hadir," ungkap kepala BKD Halbar, Zubair T Latif, Selasa (30/6).

Pelanggaran yang dilakukan oleh HB, sudah masuk kategori sangat parah, karena sesuai aturan ASN, bagi yang meninggalkan tugas 1,5 bulan saja sudah bisa dipecat.

"Sejauh ini pak Bupati dan dan pak Sekda masih memiliki rasa kemanusiaan sehingga segala tindakan yang dilakukan oleh HB masih diberikan toleransi," jelasnya.

Mantan Kadisperindagkop Halbar ini mengaku, HB sudah pernah mendapat teguran dari KSN, namun kian hari justru semakin berulah.

"Sehingga dilakukan pemanggilan dan apabila selama kurun waktu 7 hari yang bersangkutan tidak hadir juga maka status HB selaku ASN  tetap beresiko. Dimana yang bersangkutan tetap akan diproses sampai ke majelis kode etik hingga berujung pada pemecatan," ungkapnya.

"Seorang ASN itu, mestinya lebih bijak dalam memposisikan diri sebagai ASN bukan justru memetakkan keberpihakan terhadap paslon, apalagi sampai pada tingkat berkampanye untuk paslon tertentu," sambungnya.

Di sisi lain juga disampaikan oleh Kadis DLH Muhammad Adam, yang juga selaku pimpinan HB pada instansi bertugas, bahwa memang prilaku ini tidak bisa lagi diberi toleransi karena sudah terlalu parah.

Muhammad Adam yang akrab disapa Boger ini menjelaskan, bahwa surat pemanggilan sudah dilakukan bahkan telah dilakukan pemblokiran gaji dengan harapan HB dapat kembali mengevaluasi dirinya selaku ASN.

"Hanya saja, panggilan tersebut tidak diindahkan, selanjutnya akan digiring ke majelis kode etik dan bisa dipastikan akan berujung pada pemecatan,"tegasnya.

Sampai berita diterbitakan yang bersangkitan masih dalam konfirmasi wartawan kami. (red-tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini