AMBLT Demo PT IWIP, Ini Tuntutannya

Editor: Admin author photo
Masa saat menggelar aksi d PT Iwip (foto: Dir)
Weda-Aliansi Masyarakat Bersatu Lingkar Tambang melakukan aksi unjuk terkait dengan kehadiran infestasi pertambangan PT Weda Bay Nickel (WBN) dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang beroprasi di Kecamatan Wasilei Selatan Kabupaten Halmahera Timur. Kamis (2/07/20)

Menurut Kordinator AMBLT, Ruslan Hi Idris mengatakan bahwa, PT Weda Bay Nikel (WBN) dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) seharusnya mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan Wasile Selatan secara berkeadilan sosial bagi seluruh Rakyat.

Ruslan mengatakan masyarakat dua wilayah di kabupaten Halmahera Tengah dan kabupaten Halmahera Timur khususnya masyarakat Kecamatan Wasilei selatan yang di sebut masyarakat Lingkar tambang.

"PT Weda Bay Nikel (WBN) dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park merupakan perusahan yang beroperasi di wilayah Halteng Haltim," sebutnya.

Ruslan bilang sistem menajemen pengelolaan eksternal di lakukan secara tidak professional, tidak bijaksana, tidak berkeadilan dan tidak transparan serta tidak menghormati kaida-kaida sosial Masyarakat sekitar tambang khususnya Wasilei Selatan.
"Ini membuat terjadi gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Wasilei Selatan yang berujung pada aksi protes masyarakat kecamatan Wasilei selatan terhadap perusahaan," terangnya.

Lebih lanjut Ruslan mengatakan dalam proses pertambangan agar memperhatikan kaidah-kaidah sosial dan lingkungan sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan.

"Mendesak menejemen PT WBN dan PT IWIP agar transparansi dalam realisasi pembayaran kaplingan Masyarakat di area kaora hai. Serta mendesak perusahaan agar segera melakukan realisasi pembayaran kaplingan masyarakat 4 desa yang Ada di area Kao Rahai," pintanya.

Ia meminta berhubungan dengan kepentingan masyarakat agar langsung berkordinasi dengan pemerintah Desa dan mengaktifkan kembali kantor perwakilan WBN/IWIP di Kecamatan Wasilei Selatan

"Mendesak perusahaan mengfungsikan tanggung jawab sosial (CSR) di kecanatan Wasilei Selatan dan menyediakan fasilitas/asrama mahasiswa Kecamatan Wasilei Selatan yang terpusat di Kota Ternate," sambungnya.

Menutup wawancara Ruslan mengatakan jika tuntutannya tidak di akomudir perusahaan masyaraka Wasilei Selatan akan melakukan aksi besar-besaran kepada PT WBN dan PT IWIP dan akan memboikot aktifitas perusahan," tutupnya.

Sampai berita ini diterbitkan pihak perusahaan dalam konfirmasi aartawan kami. (dir)
Share:
Komentar

Berita Terkini