Banyak Warga Enam Desa Di Jalsel Belum Terdata

Editor: Admin author photo
Kadis Dukcapil Halbar (foto:ist)
JAILOLO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mengakui banyak warga di enam desa belum terdata.

Kepala Disdukcapil Halbar Andi R. Pilly, pada ruang kerjanya. Senin, (13/7) menyatakan bahwa, sesuai data DP4 yang telah disampaikan Dirjen Dukcapil ke KPU, warga enam desa yang masuk DP4 sebanyak 2.095 orang dan data itu terupdate Desember 2019.

Sementara warga yang sudah wajib e-KTP terhitung sejak Januari hingga Juli tahun ini belum terdata.

"Hitungannya siswa yang sudah lulus ujian SMA usianya sudah diatas 17 tahun dan siswa yang masuk kela 3 SMA sudah berusia 17 tahun dan saat ini belum terdata, bahkan warga yang pindah ke wilayah enam desa juga belum terdata, sehingga saya prediksi jumlah warga wajib e-KTP di enam desa bisa mencapai 3000 lebih," ungkap Andi.

Andi menambahkan, untuk mengakomodir hak politik warga enam desa perbatasan Halut-Halbar tersebut tergabung di dua desa saat pencoblosan yakni desa Dodinga dan Desa Bangkit Rahmat Kecamatan Jalsel.

"Saat ini warga enam desa masih menunggu kodefikasi desa dari Mendagri, sehingga untuk mengakomodir hak politik warga enam desa, maka warga harus bergabung di dua desa yakni Dodinga dan Bangkit Rahmat Kecamatan Jalsel," katanya.

Ditanya berapa jumlah pemilih warga enam desa yang nantinya ikut memilih dalam pilkada nanti, Andi mengaku, sesuai data DP4 warga enam desa yang punya hak pilih sebanyak 2.095, namun semua itu menunggu hasil pencoklitan dari pihak KPU yang nantinya menetapkan berapa banyak warga enam desa yang masuk dalam DPT.

"Nanti kita lihat dari hasil pencoklitan oleh KPU, dari 2.095 orang bisa berkurang atau bisa juga bertambah,"pungkasnya. (zu3)
Share:
Komentar

Berita Terkini