Bawaslu Tikep Coklit Warga Desa Koli

Editor: Admin author photo
Foto bersama warga Tobelo dalam dengan Bawaslu Tikep

TIDORE- Bawaslu Kota Tidore Kepulauan bersama Panwaslu Kecamatan Oba melakukan pengawasan pencoklitan yang di lakukan oleh KPU Kota Tidore dan jajarannya, di Desa koli dusun Trans Tayawi  RT 03 RW 06.  Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan pada Minggu (26/7/2020)

Pemilih tersebut di ketahui keterwakilan masyarakat  suku Tobelo dalam dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 14 orang dengan jumlah jiwa pilih sebanyak
45 orang, terdiri dari 19 orang laki laki dan 26 orang perempuan.

sedangkan yang sudah meninggal dunia sebanyak 6 orang dan yang pindah penduduk sebanyak 13 kepala keluarga dan data ganda yang di temukan sebanyak 4 orang.

Divisi pengawasan, humas dan Hubungan Antar Lembaga PHL Bawaslu Kota Tidore Kepulauan Iriyani Abdul Kadir Kepada wartawan media ini melalui via seluler menyampaikan, Pencoklitan yang di lakukan oleh petugas PPDP Desa Koli dan rombongan ini di dampingi oleh kepala desa koli Jabir Musa yang juga sebagai juru bicara dan juga memfasilitasi pertemuan antara petugas pengawas maupun petugas teknis.

"Kepala Desa koli juga menyiapkan kartu tanda penduduk elektrornik dan kartu keluarga sebagai bukti administrasi kependudukan untuk melakukan proses pencoklitan terhadap masyarakat setempat yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih pada pemilihan walikota dan wakil walikota tahun 2020," ujarnya.

"Pada saat Proses pencoklitan  para petugas di sambut oleh Kepala Suku yang di ketahui bernama Pabak Mesak Conoras beserta Istri yang bernama Kristina Brikit serta keterwakilan masyarakat lainnya," sambungnya.

Selain melakukan pencoklitan Bawaslu Kota Tikep beserta jajaranya melakukan pembagian sembako dan APD kepada masyarakat suku tobelo dalam.

"Saat ini pencoklitan tersebut akan kami tindaklanjuti lagi dalam program Borero Fola Pilkada melalui Media Center Bawaslu Kota Tidore Kepulauan, yang tentunya melibatkan pula tokoh Masyarakat yang dapat memfasilitasi kami atas upaya memberikan edukasi kepemiluan atau pentingnya hak pilih masyarakat dalam partisipasi politik kedepan," jelas Iriyani.

"Khusus di Desa Trans Tayawi ini pola sosialisasi yang kami terapkan akan berbeda dengan yang lainnya, dan ini menjadi tantangan bagi Bawaslu Tikep kedepan agar proses sosialisasi harus dilakukan secara merata tanpa memandang bulu," tandasnya.(Aidar).
Share:
Komentar

Berita Terkini