DPC PDI-P Tikep Bantah Politik Dinasti Muhammad Senen

Editor: Admin author photo
Sekertaris DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan Ahmad Ishak 

TIDORE-Sorotan Muhammad Arifin warga Kelurahan Mareku dan Rorano Safril Abubakar alias Rano kelurahan Gamtufkange terkait dengan kepemimpinan Muhammad Sinen yang terkesan membangun politik dinasti, mendapat tanggapan PDI-P Kota Tidore Kepulauan.

Menurut Sekertaris DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan Ahmad Ishak saat di temui sejumlah wartawan di sekretariat DPC PDIP Kota Tikep Kamis (30/7/2020) dirinya mengatakan jika pandangan Rorano dan Arifin terkait dengan Politik Dinasti yang dilekatkan karena adanya dua Kader PDIP.

"Keduanya utu dipilih oleh Rakyat untuk memangku jabatan sebagai Anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kota Tidore Kepulauan seperti Hj. Rahmawati Muhammad (Anggota DPRD Provinsi) dan Marwan Suwardi (Anggota DPRD Kota Tikep) yang memiliki ikatan emosional dengan Muhammad Sinen, maka sesungguhnya itu adalah pandangan yang keliru," jelasnya.

Lanjut ia mengatakan keduanya memiliki hak kewarnegaraan yang sama seperti warga yakin memilih dan dipilih.

"Hi. Rahmawati tercatat sebagai kader PDIP itu sejak tahun 2003, bahkan saat itu dia masuk sebagai pengurus DPC PDIP Kota Tikep sebagai Wakil Bendahara, sementara Muhammad Sinen saat itu masih menjabat sebagai Pengurus PAC PDIP Tidore Utara, dan untuk Marwan Suwardi dia itu Sekertaris PAC, dan jika mereka berdua terpilih sebagai anggota DPRD itu bukan karena Muhammad Sinen tetapi rakyat yang menghendaki," terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Hi. Rahmawati dan Marwan Suwardi telah melalui proses kaderisasi sudah sejak lama.

"Jika Rahmawati dan Marwan Suwardi memiliki hubungan emosional dengan Muhammad Sinen maka itu adalah kodrat kemanusiaan yang tak bisa dihindari. olehnya itu jika kita melarang mereka berdua untuk mencalonkan diri maka itu tidak fair, karena tentu mereka tidak bisa menolak sebagai Istri dan menantu dari seorang Muhammad Sinen," jelasnya.

Ahmad menantang kepada Rano dan Arifin agar dalam momentum politik mereka berdua bisa maju bertarung sebagai Calon Anggota DPRD sehingga dapat memutus mata rantai politik dinasti sebagaimana yang mereka maksudkan.

"Kalau tidak ingin ada politik dinasti silahkan maju dan bertarung, kalau terpilih alhamdulillah, tetapi kalau masyarakat lebih cenderung menerima politis yang notebene berasal dari ranah kekuasaan maka kita juga tidak bisa menyalahkan mereka karena itu adalah haknya Rakyat," tutupnya. (red)
Share:
Komentar

Berita Terkini