Dua Perusahaan Di Haltim Bayar Lahan Warga Dengan Harga Rendah

Editor: Admin author photo
Suasana Rapat Dengar Pendapat. (foto:ist)
MABA- Masyarakat Lingkar Tambang Kecamatan Wasile Selatan Kabupaten Halmahera Timur Serta Masyarakat Kota Maba minta PT. IWIP dan PT.WBN transparan terkait Luas Lahan Masyarakat Haltim yang masuk di areal pertambangan.

Rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Timur dihadiri oleh Pemda Haltim, DPRD, TNI-Polri dan Keterwakilan Masyarakat wasile Selatan dan Kota maba serta turut hadir PT. Weda Bay Nikel (WBN) dan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Kamis,(09/7/20)

Masyarakat Lingkar tambang Kecamatan Wasile Selatan, keterwakilan Empat Desa saat hering bersama pemda Haltim mempertanyakan ke PT. Weda Bay Nikel (WBN) dan PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) konsesi  luas lahan 120 Hektar yang masuk di areal Pertambangan yang belum dibayar.

Namun pihak perusahan mengaku telah melaksanakan pertemuan dengan Pemerintah Kecamatan, Camat Wasile Selatan dan Camat Weda Tengah di ternate. Ujar Riski Devisi Eksternal PT. WBN

"Sudah ada kesepakatan terkait Pertemuan itu dan suda membayar separu luas lahan dengan harga Rp.2500 per/meter,  sebesar 80 Hektar dengan nilai Rp.2.000.000.000," Sebut Riski.

Sementara itu Camat Wasile Selatan, Man Usman mengatakan bahwa ada pertemuan di Ternate yang bertempat di Gram Dafam Hotel Akhir Tahun 2019 lalu bersama pihak perusahan.

"Ada pertemuan namun tidak ada kesepakatan untuk menyerahkan lahan kepada pihak perusahan begitu saja, saya tidak pernah melakukannya," ungkap Man.

Lanjutnya mengatakan tidak ada kesepakatan secara tertulis namun secara hanyablisan.

"Hanya saja pihak perusahan menyampaikan bagaimana kalau menurut camat perusahan Beroperasi di Wasile Selatan," tandasnya.

Man juga bilang pertama perusahan harus prioritaskan tenaga kerja minimal masyarakat lokal dan prioritaskan putra daerah yang lanjut studi melalui CSAR kemudian perusahan sediakan kantor cabang di Wasile Selatan agar mempermudah masyarakat.

"Dari hasil kesepakatan itu maka pihak perusahan membayar lahan Masyarakat Wasile Selatan sebesar 80 hektar dengan nilai Rp. 2.000.000.000. Milyar dan di tandatangani oleh perwakilan Empat kepala Desa di kecamatan Wasile Selatan, Bukan Camat yang tandatangan," akuinya.

Menanggapi Bupati Kabupaten Halmahera Timur, Muh Din Ma'bud menanggapi, telah berkomunikasi dengan orang yang punya kompetensi di perusahan, sehingga mereka menyampaikan akan dilakukan pengecekan lapangan bersama dengan masyarakat sesuai kepastian luas Lahan konsesi areal pertambangan.

"Namun nanti akan mereka tentukan kapan akan turun pengecekan," ujarnya singkat.

Ia juga telah menyampaikan dari desa untuk menyurat kembali untuk mintai pertemuan kembali. (red-tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini