Hore, Pemkot Tikep Akan Bangun Terminal di Payahe

Editor: Admin author photo
Wawali bersama kadishub Tikep saat melakukan Pertemuan. (foto:ist)
TIDORE- Untuk merespon tuntutan masyarakat Kelurahan Payahe khusunya para sopir angkutan umum terkait dengan adanya pembangunan terminal di Kelurahan Payahe. Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan berencana akan membangun terminal Tipe C yang berpusat di Kelurahan Payahe Tahun 2021 mendatang.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen saat melakukan pertemuan dengan para sopir-sopir angkutan umum di Wilayah Kecamatan Oba, di Aula Kantor Kecamatan Oba Kelurahan Payahe. Sabtu (11/6/2020)

Wawali mengatakan apa yang menjadi aspirasi dari para sopir angkutan umum telah diakomodir.

"Saya telah memerintahkan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Tikep untuk segera menindaklanjuti usulan tersebut dalam bentuk kajian tekhnis kemudian dimasukan sebagai program prioritas pada tahun 2021 untuk dilakukan pembahasan bersama dengan DPRD Kota Tikep," jelas Ayah Erik sapaan akrab Muhammad Sinen.

Erik mengingatkan kepada para pendemo agar isu ini tidak di politisasi.

"Saya tidak mau persoalan ini sampai dipolitisasi, karena yang saya utamakan adalah kepentingan masyarakat, saya berharap para sopir-sopir bisa bersabar, tidak perlu lagi melakukan pemalangan jalan menuju halteng dan membuka pangkalan transit," pintanya.

Lanjut Erik mengatakan dalam aturan tidak pangkalan transit, selain dari itu banyak sopir-sopir di wilayah Kecamatan Oba masih yang menggunakan plat hitam.

"Artinya secara aturan sudah dilanggar, kami dari pemerintah akan membantu memberikan rekomendasi bagi para sopir ke samsat untuk para sopir-sopir bisa melakukan pengurusan terkait dengan perubahan plat mobil untuk digunakan sebagai mobil transportasi angkutan umum,"pungkasnya.

Senada dengan itu Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan, Daud Muhammad, mengatakan jika para sopir angkutan umum di Kelurahan Payahe masih melakukan pemalangan jalan, maka sudah pasti akan dikenakan sanksi apabila aturan itu kemudian diterapkan.

"Untuk Kelurahan Payahe hingga saat ini belum ditetapkan sebagai salah satu wilayah yang memiliki terminal. kedua, para sopir juga akan mengalami dampak buruk apabila ada penumpang tujuan Sofifi - Halteng kemudian komplen terkait dengan upaya memperhambat perjalanan, karena taryaek Sofifi-Halteng merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi," ingatnya.

Bahkan Ia juga telah menindaklanjuti perintah Wakil Wakil Walikota Tikep. "Dalam pembangunan terminal nanti kami butuh lahan seluas 3 Hektare, sehingga pada tahun 2021 mendatang itu kami sudah bisa melakukan pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan terminal," terangnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Kelurahan Payahe. Safrudin Nasir mengatakan terkait dengan usulan atas adanya pembangunan terminal di Kelurahan Payahe.

"Usulan ini disampaikan sejak tujuh tahun lalu pada masa pemerintahan sebelumnya, namun saja dia tidak tahu kenapa sehingga belum bisa diakomodir," akui Lurah.

Ia mengatakan dengan adanya niat baik dari Wakil Walikota Tidore Kepulauan untuk menaruh perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat Oba, sebagai pucuk pimpinan di tingkat kelurahan dia bakal membantu instansi terkait untuk menyiapkan segala administrasi yang dibutuhkan.

"Saya akan berkomunikasi dengan 10 anggota DPRD Tikep dari perwakilan Oba untuk memberikan dukungan atas adanya pembangunan terminal di kelurahan payahe," tutupnya. (red-dar)
Share:
Komentar

Berita Terkini