Indeks Desa Membangun, Kota Tikep Urutan Pertama di Malut

Editor: Admin author photo
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Desa DPMD Kota Tikep,  Iswan Salim, saat ditemui media ini di Kantor Walikota Tikep, Kamis (16/07/2020). 

TIDORE- Pemkot Tidore Kepulauan (Tikep) kembali cetak prestasi dalam membangun Desa. Hal itu dibuktikan melalui hasil penilaian dan pemutakhiran dari Kementerian Desa dan PDTT Republik Indonesia secara nasional.

Untuk Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2020. Kota Tidore Kepulauan masuk dalam kategori berkembang dan menduduki peringkat pertama di Provinsi Maluku Utara dengan nilai IDM 0,6434.

Sementara di posisi ke dua ditempati oleh Kabupaten Pulau Morotai dengan nilai IDM 0.6347, menyusul Kabupaten Halmahera Tengah yang berada di urutan ke tiga dengan status berkembang dengan nilai 0.6039.

Sedangkan untuk status tertinggal adalah Kabupaten Halmahera Utara berada di urutan ke empat dengan nilai IDM 0.5898, Kabupaten Kepulauan Sula berada di urutan ke lima dengan nilai 0.5876, Kabupaten Halmahera Timur di urutan ke enam dengan nilai 0.5653, Kabupaten Pulau Taliabu berada di urutan ke tujuh dengan nilai 0.5649, Kabupaten Halmahera Selatan berada di urutan ke delapan dengan nilai 0.5618, dan Kabupaten Halmahera Barat berada di posisi terakhir dengan nilai 0.5584.

“ Ada tiga hal yang menjadi tolak ukur desa membangun, diantaranya Ketahanan Sosial, Ekonomi, dan Ekologi/Lingkungan. Untuk  penilaian soal IDM ini di verifikasi dan dilakukan penilaian oleh Kemendes, jadi didalamnya sudah termasuk dengan pendapatan masyarakat dan lain-lain,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Desa DPMD Kota Tikep,  Iswan Salim, saat ditemui media ini di Kantor Walikota Tikep, Kamis (16/07/2020).

Iswan menjelaskan untuk menuju Desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan. Di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan desa untuk mensejahterakan kehidupan desa.

Selain itu, kata Iswan, kebijakan dan aktivitas pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa harus menghasilkan pemerataan dan keadilan yang didasarkan pada nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, dalam konteks ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi adalah sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.

"Di tahun 2020 ini, Kota Tidore Kepulauan belum memiliki desa yang berstatus mandiri, namun tidak lagi ada desa yang berstatus sangat tertinggal. Status desa di Kota Tidore Kepulauan saat ini terdapat 5 desa Maju, 36 Desa Berkembang dan 8 Desa Tertinggal,” ujarnya.

Hal senada dikemukan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Tidore Kepulauan, Abd. Rasyid, bahwa Kota Tidore Kepulauan merupakan salah satu kota yang unik, karena memiliki kelurahan dan desa. Nah, dari keunikan ini Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memperhatikan secara administrasi di semua tingkatan tanpa membedakan antara kelurahan dan desa.

“ Jadi prestasi IDM ini menunjukan sebagai wujud keseriusan pemerintah dibawah kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen  dalam memperhatikan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di desa,” ucap Rasyid.

Lebih lanjut Rasyid mengatakan capaian ini juga tidak terlepas dari peran para pendamping desa. Untuk itu, dia berharap kedepannya dapat lebih meningkatkan kinerja bersama terutama seluruh kepala desa dan perangkatnya, para pendamping desa, APDESI, Satgas Desa serta pihak terkait lainnya untuk Tidore yang lebih baik lagi, pungkasnya. (Aidar).
Share:
Komentar

Berita Terkini