Ini Pesan Pimpinan BNPT Kepada Mahasiswa dan Dosen

Editor: Admin author photo
Irjen. Pol. Ir. Hamli, selaku Direktur Pencegahan BNPT RI dalam sesi ke-II menitipkan pesan kepada civitas akademik, mahasiswa dan seluruh peserta. (foto:ist)
Makassar-Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, tidak mematikan kreatifitas sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Struggle Of Economic Students Study Club (SOS SC) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI). Karena belum memungkinkan mengadakan kegiatan tatap muka secara langsung, sehingga SOS ScC merumuskan sebuah kegiatan virtual dalam memperingati Miladnya ke-IV.

Menurut Ferian Pratama Rusman Ketua SOS SC FEB UMI, mengatakan sebagai mahasiswa harus terus berinovasi meskipun masih dalam suasana masa pandemi Covid-19.

"Kepada peserta yang berjumlah 101 orang dalam room meeting Google Meet dan 120 orang yang mengikuti melalui live facebook SOS SC bahwa kita semua harus taat kepada protokoler kesehatan yang yang telah dikelurkan Pemerintah agar kita semua bisa bersama-sama dalam menekan dan mengendalikan penyebaran Covid-19," ajaknya. Kamis (09/07/20).

Ferian juga mengatakan selain virus covid-19 ada juga virus radikalisme dan Terorisme.

"Selain waspada terhadap virus Covid-19, kita semua harus waspada juga terhadap virus radikalisme dan terorisme yang akan menjadi pembahasan dalam dialog webinar nasional milad ke-IV SOS SC," ingatnya.

Sementara itu Irjen. Pol. Ir. Hamli, selaku Direktur Pencegahan BNPT RI dalam sesi ke-II menitipkan pesan kepada civitas akademik, mahasiswa dan seluruh peserta.

"Bahwa radikalisme merupakan bibit lahirnya terorisme. Jadi radikalisme itu sikap yang mendambakan perubahan secara total, bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis lewat kekeraan dan aksi-aksi yang ekstrem," jelasnya.

Lanjut Jendral Bintang Dua dari kepolisian
Itu mengatakan tidak hanya faktor internal saja seperti kepentingan politik dan juga broken home.

"Tapi yang menjadi latar belakang sikap radikalisme ini adalah faktor eksternal juga mampu mempengaruhi masyarakat dengan ideologi yang mengatas namakan transnasional," terangnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Di Sulawesi Selatan bahwasanya sudah mulai terpengaruhi oleh paham radikalisme dan menargetkan mahasiswa sebagai tombak utama.

"Kelompok radikal menyebar luaskan dengan menebar janji-janji kebutuhan finansial juga propaganda politik, ini biasa yang menjadi daya tarik khusus untuk para akademisi terutama mahasiswa," tandasnya.

“Jangan mudah terpengaruh oleh paham-paham seperti itu," sambung Hamli.

Untuk di ketahui tema yang diusung oleh Pengurus SOS SC dalam seminar nasional dalam rangka peringatan milad ke-IV adalah “Peran Kampus dan Mahasiswa dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme" narasumber yang hadir yaitu : Irjen. Pol. Ir. Hamli, M.E. (Direktur Pencegahan BNPT RI), Prof. KH. Nasaruddin Umar, M.A.,Ph.D. (Imam Besar Masjid Istiqlal), Prof. Dr. H. Basri Modding, S.E., M.M. (Rektor Universitas Muslim Indonesia), Dr. M. Ishaq Shamad, M.A. (Kabid. Penelitian dan Pengkajian FKPT Sul-Sel). (red-tim).
Share:
Komentar

Berita Terkini