Internal Demokrat Malut Bergejolak, Hendrata Biang Kerok

Editor: Admin author photo
"Fahcri Ancam Lapor Kasus Korupsi di KPK"
Hendra Karianga Kiri, Fahcri Sangadji Tengah bersama Ruhut Sitompul (foto:ist)
SANANA- Berburuh rekomendasi Partai Demokrat untuk calon Kepala Daerah (Cakada) di Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) menuai kecaman dari pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara (Malut). Pasalnya, keputusan yang diambil Ketua DPD Partai Demokrat Malut, Hendrata Thes (HT) untuk rekomendasikan Cakada di Pultab dianggap merupakan tindakan sepihak.

"Tindakan yang dilakukan Ketua DPD Demokrat Malut, Hendrata sangat tidak terpuji dan sewenang-wenang. Keputusan tersebut menunjukan bahwa dirinya gagal paham dalam mekanisme kepartaian", kata Wakil Ketua 1 DPD Partai Demokrat Malut, Hendra Kariangan melalui via seluler. Kamis (02/07/20).

Hendra menjelaskan keputusan yang ambil Hendrata Thes, yang tidak mengusulkan kader untuk bertarung di Pilkada Taliabu adalah keputusan politik yang sifatnya politik salah.

"Artinya keputusan-keputusan Hendrata Thes tidak sesuai mekanisme partai, jika keputusan salah ini dibiarkan dengan sendirinya akan bisa menghancurkan partai demokrat kedepan," ujar Hendra yang juga pengacara senior itu.

Hendra juga bilang keputusan DPD Partai Demokrat Malut itu tidak di bahas dalam rapat pleno.

"Atas keputusan yang diusulkan Hendrata Thes ini, itu tidak pernah dibahas dalam rapat peleno, yang jelas kita bahas dan diusulkan adalah kader Partai Demokrat, yaitu Fachri Sangadji, yang juga sebagai Sekretaris Partai Demokrat sebagai calon wakil bupati di Taliabu. mengapa yang bukan kader demokrat, ini benar-benar menabrak asas ketentuan hukum partai", ungkapnya tegas.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris DPD Partai Demokrat Malut, Fachri Sangadji, mengatakan saat ini pengurus DPD PD Malut sangat kesal dengan langkah Ketua DPD PD yang lebih berorientasi lain dalam mengusung calon wakil bupati Taliabu

"Ini penyebabnya karena Hendrata Thes tidak mengerti tentang kerja-kerja kepartaian," ujarnya singkat.

Menurut Fachri, ketidakpahaman Hendrata dikarenakan ia tidak memiliki besic seorang politisi.

"Wajarlah kerangka berpikir terkesan gagal faham. Seharusnya, ia belajar membaca refrensi tentang AD dan ART, memahami tupoksi juklak atau juknis diantara satu diktum itu yang berbunyi, partai demokrat  mendorong dan mendukung kader utama dan ini menjadi prioritas," jelas Fahcri.

Bahkan Fahcri menduga Orang nomor satu di Kepulauan Sula itu berbohong.

"Saya semakin curiga langkah Hendrata yang katanya itu adalah keputusan DPP. DPP kan hanya menunggu proses dan mekanisme alias masukan dari DPC dan DPD," katanya dengan nada curiga.

Lebih lanjut Fahcri bilang Ironisnya,membuat pengurus DPD Demokrat Malut Tidak berjalan dengan baik. Bahkan ia mengancam akam membuka kasus milik Hendrata Thes di pihak berwajib.

"Ini cara yang luar biasa memotong langkah dan kemauan sebagian besar pengurus DPD. Dalam waktu tidak terlalu lama maka sejumlah permasalahan korupsi yang ada akan kami laporkan ke KPK dan Kejaksaan Agung. Nanti lihat Episodenya," ancam Fahcri.

Ancaman ini lantara ia merasa kecewa dengan tindakan ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara itu.

"Dengan merasa di zalimi dan kecewa berulang kali, tunggu saatnya tiba, saya akan melakukan perhitungan dengan seorang Hendrata Thes," tutup Fachri.

Hingga berita ini diterbitkan pihak pihak terkait masih dalam konfirmasi wartawan kami (red-di)
Share:
Komentar

Berita Terkini