Kena Informasi Hoax, Dinsos Haltim Batalkan Surat Edaran 460/124/2020

Editor: Admin author photo
Irwan M. Ahmad (Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Pemkab Haltim)
MABA- Surat Ederan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Nomor:460/124/2020 tertanggal 20 Juli Tahun 2020 yang ditujukan ke seluruh Kepala Desa Se-Kabupaten Haltim dan Mahasiswa menuai  polemik.

Pasalnya, surat edaran Dinsos Kabupaten Haltim yang bertujuan meminta mahasiswa mengumpulkan berkas untuk mendapatkan bantuan akibat dampak COVID-19. Usut punya usut, rupanya  informasi tersebut ternyata hoax alias tidak benar.

Hal itu kemukan Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Dinsos Kabupaten Haltim, Irwan M. Ahmad. Kata dia, menindaklanjuti surat Dinsos Nomor: 460/124/2020 tanggal 20 Juli 2020 tentang permintaan nama-nama mahasiswa untuk dimintai berkas dan identitas mahasiswa guna mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial RI di masa pandemi COVID-19, tidaklah demikian.  Sebab ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dari Kementerian Sosial RI,” tegasnya,

Irwan menjelaskan, dirinya mengetahui informasi ini dari pak Eko yang mengatasnamakan dirinya  dari Kemensos bahwa ini merupakan perintah dari pak menteri masih melalui lisan dan pihaknya akan mengirim surat, tapi sampai hari ketiga ketika hubungi kembali melalui via telepon nomornya tidak aktif.

“ Saya pun langsung komunikasi ke pak kadis Sosial dan mengeluarkan surat edaran itu ke tiap-tiap kepala Desa dari Tanggal 20 Juli 2020 kemarin,”  tuturnya.

Dengan demikian, hingga saat ini tidak ada surat dari Kementerian Sosial RI ke Pemda Haltim. “ Kami mencurigai informasi ini tidak benar atau penipuan,” ucapnya.

Untuk mencari kebeneran informasi, itu. Kata Irwan, dirinya lantas menghubungi pihak Penanganan Fakir Miskin (FM) Kementerian Sosial RI. “ Saya sudah komunikasi ke ibu Lala di Kemensos dan beliau menyampaikan program tersebut tidaklah benar,” tukasnya.

Irwan menambahkan, dengan keluarnya surat edaran Dinsos Pemkab Haltim yang dikeluarkan Pemda Haltim, maka Dinsos Pemkab Haltim mengklarifikasi kembali surat edaran dan  mengeluarkan surat pembatalan.

“ Kami atas nama Pemda Haltim dan Dinas Sosial  meminta maaf kepada semua masyarakat terutama kepala desa dan adik-adik mahasiswa bahwa dengan informasi itu ternyata ada Khilafan dari kami. Padahal, kami punya niat untuk membantu hanya saja informasi yang tidak akurat dan benar, maka kami membatalkan,” kata Irwan. (red-riel)

Share:
Komentar

Berita Terkini