Ketua DPRD Dan Bupati Pultab "Goib", FPD Desak Gelar Pansus

Editor: Admin author photo

Foto Salah Satu Orator FPD Saat Menyampaikan Pendapat (foto:ist)
Taliabu-Front peduli desa (FPD) menggelar aksi demonstrasi di Kota Bobong dengan rute aksi di beberapa titik, di antaranya bundaran tugu hemungsia sia dufu, kantor bupati dan kantor DPRD  kabupaten Pulau Taliabu. Senin(6/7/20).

Dalam aksinya tersebut, Masa aksi yang di komandoi Arki Malaka ini mempertanyakan ketidakhadiran Bupati Aliong Mus yang hingga beberapa bulan terakhir masih di luar daerah, dan tak kunjung datang ke Taliabu.

"Aliong Mus Yang tidak saya hormati, anda ini pemimpin di Taliabu, semestinya masalah-masalah yang terjadi saat ini anda hadir dan kembali ke Taliabu," teriak Arki.

Tak hanya itu, Arki bersama rekannya juga membakar foto orang nomor satu di Taliabu itu. "Ini ssebagai bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan Aliong Mus selama 4 tahun lebih," cetusnya.

Arka juga mengatakan 4 Tahun lebih kepemimpinan Bupati Aliong Musa masih banyak masalah yang belum tuntas di selesaikan.

"4 Tahun memimpin, banyak kasus yang terabaikan dari pemecatan terhadap kades Samuya yang belum juga di aktifkan, dugaan pemotongan ADD sebesar 20% dan infrastruktur pembangunan yang tak bisa di selesaikan," sebut Arkan

Usai menggelar aksi di kantor Bupati, Arka bersama masa aksi langsung menyambangi kantor DPRD pulau Taliabu, dalam rangka mendesak Ketua DPRD agar segera mengesahkan Pansus Dana desa yang telah di usulkan oleh beberapa fraksi.

"Pansus Dana desa dalam minggu kemarin telah selesai di usulkan oleh dua Fraksi di DPRD dan tinggal di sahkan, namun di tunda akibat quorum saat paripurna pengesahan tidak terpenuhi, akibat ketidak hadiran beberapa anggota DPRD Pulau Taliabu, sehingga kami mendesak kepada pimpinan DPRD untuk secepatnya menggelar paripurna kembali untuk pengesan Pansus tersebut," papar Arkan.

Ia juga menyampaikan rasa kesalnya terhadap perilaku pimpinan DPRD yang tidak pernah berkantor selama kurang lebih 3 bulan lamanya.

"Kami juga merasa kesal dengan prilaku  Meylan Mus selaku ketua DPRD yang tidak pernah berkantor selama 3 bulan, dan tetap menerima gaji walaupun tidak berkantor. Bukankah ini adalah cerminan dari kebobrokan sebagai wakil rakyat yang tidak berkantor tetapi menerima gaji," pungkasnya.

Pantauan media di lokasi masa aksi yang tidak bertemu dengan anggota DPRD Pultab akan melakukan aksi lanjutan. (red-ari)
Share:
Komentar

Berita Terkini