PHK Sepihak, Karyawan PT. JAS Mogok Kerja

Editor: Admin author photo
Sejumlah Karyawan Yang Mogok kerja Di Perusahaan (foto:ist)
Haltim,-Meski telah membantah tidak mempekerjakan karyawan tanpa ada ikatan tertulis berupa kontak kerja dan memberikan upah lembur yang hanya Rp.10.000. PT. Jaga Aman Sarana (JAS) diduga kembali melakukan pemutusan Hubungan Kerja sepihak tanpa ada alasan.

Jailan Samaun Koordinator LSM Jaringan  Masyarakat Tambang (JIMAT) Mediator Pekerja Tambang mengatakan meski telah mengklarifikasi permasalahan sebelumnya. Namun PT JAS justru membuat masalah baru.

"Jika sudah ada klarifikasi dan perbaikan dari manajemen, kami pahami itu kesalahan teknis, namun kenapa melakukan PHK, ini menjadi masalah besar, jadi kami nilai surat ini, se akan -akan yang bersangkutan seperti mengundurkan diri padahal tidak," ungkap Jailan kesal.

Kekecewaan Jailan bertambah ketika ia juga mengetahui bahwa perusahaan melakukan pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa alasan.

"Di surat ini tidak ada dasar alasan, alasannya, ketika saya komunikasi dengan HRD PT. JAS di Subaim, dia menjawab dia tidak punya kewenangan dan mengatakan itu kewenangan HRD Pusat," sesal Jailan.

Atas insiden tersebut dia meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Halmahera Timur harus tegas menyikapi masalah ini.

"Bagi kami disnaker harus tegas, karena surat yang diterimah bukan pemecataan, tetapi surat pengalaman kerja," ungkapnya.

"Tanggal 13 Juli 2020, yang bersangkutan telah berhenti, atau mundur diri, ini harus di jelaskan kembali pihak perusahaan. Karena sebanyak 4 orang ini tidak mengundurkan diri dan sementara dalam bekerja," sambungnya.

Ironisnya, Jailan bilang dari sisi lain PT. JAS Juga tidak memperhatikan keselamatan pekerja.

"Ternyata sudah masuk 9 bulan perusahaan beroperasi pada para karyawan tidak memiliki BPJS ketenagakerjaan, kurang lebih 100 karyawan," bebernya.

Ia juga mengancam pihak perusahaan PT. JAS jika tidak mengakomodir maka para karyawan akan melakukan pemboikotan secara masal.

"Kami meminta petunjuk dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Haltim, serta ini di biarkan maka kami semua akan keluar dari perusahaan," tandasnya.

Sampai berita ini dipublikasi pihak perusahaan masih dalam usaha konformasi wartawan kami. (red-tim).
Share:
Komentar

Berita Terkini