PT. JAS Di Duga Abaikan Hak Karyawan

Editor: Admin author photo
Kantor  PT. JAS Di Desa Batu Raja Kecamatan Wasile Yang Tidak Memiliki Papan Nama Kantor (foto:ist)
WASILE,- PT. Jaga Aman Sarana (JAS) beroperasi di Kecamatan Wasile Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Propinsi Maluku Utara ini diduga mempekerjakan karyawan tanpa ada ikatan tertulis berupa kontak kerja.

Tindakan PT. JAS yang merupakan sub kontraktor dari PT. Alam Raya Abadi (ARA) ini pun menuai kekesalan dari karyawan lokal, karena dianggap status mereka tidak jelas di mata perusahaan.

Mediator tenaga kerja lokal, Jailan Samaun menegaskan, harus ada langka tegas dari pihak manejemen untuk memperhatikan para pekerja yang hingga saat ini tidak memiliki surat kontrak kerja.

“PT. JAS harus melanjutkan kontrak dan surat kontraknya segera dikeluarkan, supaya pada bulan Juli pekerja tidak terkesan meganggur atau bulan ini bukan disebut kerja gratis,” bebernya.

Menurut Jailan, informasi yang ia dapatkan dari PT. JAS, bahwa karyawan akan diberi jeda waktu satu bulan dan akan dirumahkan sebelum dikeluarkan surat kontrak kerja.

"Perusahaan sudah seharusnya mencari jalan keluar bagi kesejahteraan pekerja bukan sebaliknya,” cetusnya dengan nada kesal.

Jailan juga membeberkan beberapa kelalaian perusahaan yang harus segera di tindak lanjut.

"Ada uang lembur yang dipatok oleh PT. JAS sangat tidak manusiawi. Kenapa tidak, para karyawan yang kerja lembur hanya dihargai satu jam Rp. 10 ribu. Sebenarnya dari uang lembur ini suda melanggar ketentuan UMP yang dibuat oleh pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun
tidak hanya karyawan lokal (non skil), salah satu tenaga kerja skil juga mengaku sudah 7 bulan bekerja tanpa ada surat kontrak kerja. “Sudah kurang lebih tujuh bulan saya belum kantongi surat kontrak kerja,” kata karyawan yang namanya tidak mau disebutkan.

Sementara itu, Markus salah satu pembesar PT. JAS saat dihubungi melalui handphone, baik telpon maupun lewat SMS (Short Message Service), yang bersangkutan belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. (Red-tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini