SMRC Sebut Hasil Survei Pilkada Di Taliabu Palsu

Editor: Admin author photo
Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas, kantor SMRC Cikini Menteng, Jakarta Pusat. Sumber foto Tribunnews.com
Jakarta,- Terkait Pemalsuan hasil Survei Saifulmujani Research dan Consulting SMRC di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara dalam temuan dokumen survei SMRC tentang "Peluang Calon-calon Bupati dalam Pilkada Kabupaten Pulau Taliabu" dengan temuan survei 5-18 Juni 2020. Membuat Sirojuddin Abbas, Direktur Eksekutif SMRC geram.

Ia merasa kesal ketika lembaganya digunakan salah satu pasangan calon dalam Pilkada di Kabupaten Pulau Taliabu untuk mendapatkan rekomendasi Partai Politik dalam Pencalonan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2020 nanti.

"SMRC tidak pernah melaksanakan survei pada periode 5-18 Juni 2020 di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu, dan karenanya tidak bertanggung jawab terhadap hasil survei yang menggunakan logo SMRC," papar Sirojuddin melalui rilis resminya. Rabu (29/07/20).

Lanjut Sirojuddin mengatakan Dokumen tersebut merupakan survei palsu.

"SMRC akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terkait dan menggunakan hasil survei yang tidak pernah dilakukan," tegasnya.

Ia meminta kepada pihak DPP Partai Politik yang menggunakan hasil survei sebagai dasar untuk memberikan rekomendasi dukungan kepada salah satu calon dalam Pilkada yang akan datang untuk terlebih dahulu mengonfirmasi temuan hasil survei yang digunakan kepada lembaga-lembaga survei agar jangan sampai merugikan pihak manapun.

"Tindakan pemalsuan hasil survei tidak sekedar perbuatan pidana, tapi juga tindakan yang akan merusak tatanan proses demokrasi Pilkada di Maluku Utara," terangnya.

Ia juga bilang jangan mempercayai calon pemimpin seperti ini. "Pasangan calon ini sejak awal telah berani mengkhianati suara rakyat dan pastinya berpotensi untuk mengkhianati hasil pilihan rakyat dalam kotak suara jika telah terpilih nanti," tutupnya. (red-tim).
Share:
Komentar

Berita Terkini