Disnaker Haltim Nilai Upah Lembur PT. JAS Tidak Manusiawi

Editor: Admin author photo
Kadis Disnaker dan tranmigrasi Kabupaten Halmahera Timur. Nasrun Konoras (foto:ist)
Haltim,- Dua kelalaian yang dilakukan PT. Jaga Aman Sarana (JAS) dalam mempekerjakan karyawan tanpa ada ikatan tertulis berupa kontak kerja serta upah lembur yang hanya 10.000 mendapat tanggapan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Halmahera Timur.

Nasrun Konoras, Kepala dinas tenaga kerja dan transmigrasi kepada media mengatakan ia akan mengecek terkait permasaalahan tersebut.

"Kepala seksi Tenaga kerja saya, sudah cek di lokasi bahwa kontraknya ada," ujar Nasrun. Jumat (10/07/20) melalui via Whatshapp.

Lanjut ia mengatakan kontrak tersebut akan berahkir di tanggal 31 Juli 2020.

"Katanya dari perusahaan akan diperpanjang karena kontrak tersebut berakhir di Tanggal 31 Juli 2020," paparnya.

Masih Nasrun mengatakan jika ada yang keliru aka akan di cek kembali.

"Jika ada kontrak di bulan yang berakhir di tanggal 1 Juli, akan kami cek kembali," ujarnya singkat.

Menurut Nasrun mengenai kontrak tersebut tetap tanggung jawab perusahaan. "Kami akan tetap tindak, karena di kontrak harus secara tertulis, sesuai dengan gaji," terang Nasrun.

Bahkan Nasrun juga kaget terkait dengan upah lembur perjam yang tidak manusiawi.

"Upah lembur saya baru tahu, nanti di panggil lagi, untuk pertanyakan ke perusahaan," tandasnya.

"Kalau 10.000 rupiah itu tidak manusiawi," sambungnya.

Ia juga mengajak para pekerja jika ada kendala di tempat kerja untuk secepatnya melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Haltim.

"Saya bilang, harusnya para karyawan memberitahu kepada kami. Karena itu Hak mereka," tutupnya. (red-tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini