Banjir Di PT IWIP, LSM Gele-Gele Pertanyakan Analisis Amdal

Editor: Admin author photo
Kondisi banjir Di PT. IWIP Halteng

Weda- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gele - Gele Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) menduga amdal PT. IWIP tidak terpanjang dengan baik, hal ini dikarenakan pada hujan mengguyur Kota Weda perusahaan Raksasa itu terendam banjir. 

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gele - Gele Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Husen Ismail mengatakan bahwa,banjir yang terjadi di PT Weda Bay Nickel (WBN) dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) adalah sebuah peringatan terhadap manejemen PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nikel (WBN) bahwa  analisa dampak lingkungan yang selama ini di anggap remeh akhirnya terjadi banjir.

Ia mengatakan sangat di sayangkan analisa dampak lingkungan di sepelekan akibat peristiwa ini siapa yang akan bertangung jawab.

"Sekali lagi saya ingatkan kepada menjemen PT IWIP dan PT WBN bahwa negeri ini memiliki penghuni alam, jika tidak diberi ijin kemudian di lpaksakan bahkan melakukan intimidasi kepada rakyat kecil dan mengambil paksa hak lahan maka penjaga alam pun marah," ungkapnya. 

"PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nikel (WBN) sudah seharusnya melihat kondisi yang terjadi saat ini supaya bisa menjadi sebuah pengalaman yang lebih baik," sambungnya Husen. 

Dia juga mepertanyakan tim amdal PT IWIP dan PT WBN kajian dan analisanya sehinga ketika banjir tidak mampu mengatasi. Menurut dia harusnya dalam amdal tersebut mampu mengantisipasi sebelum terjadi banjir. 

"Teori beda adanya fakta di lapangan , projek perusahan raksasa tidak memiliki progres dan perencanaa  yang matang danmengakibatkan terjadi nya kebanjiran," sangkahnya. (Red-tim) 
Share:
Komentar

Berita Terkini