BNPT Membeberkan Ciri Radikalisme dan Cara Mencegahnya

Editor: Admin author photo
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) hadir  Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.i (Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat), narasumber lainnya adalah Drs. Unang Rahmat, M.M (Pemerhati Pendidikan).

Sungailiat-Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 Provinsi senantiasa berikhtiar dalam menghalau penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Salah satunya melalui FKPT Bangka Belitung dengan menghadirkan sebanyak 80 peserta yang terdiri dari guru TK/Paud, guru pendidikan agama SD dan SMP sederajat perserta Kepala Sekolah se-Kabupaten Bangka.

Ketua FKPT Bangka Belitung Sri Wahyuni menyampaikan bahwa acara ini mengangkat tema “Moderasi dari Sekolah” dengan melibatkan guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai agama dan budaya di Sekolah dalam menumbuhkan moderasi beragama.

Kegiatan yang dilaksanakan di Novilla Boutique Resort dibuka langsung oleh  Syahbudin, S.IP Wakil Bupati Kabupaten Bangka.

Sri Wahyuni menyampaikan bahwa kegiatan ini akan berlanjut dengan mengadakan lomba inovasi pembelajaran inspiratif pendidikan agama berbasis Teknologi Informaai.

"Kami bagi dalam 6 sub tema yaitu kebangsaan, kearifan lokal, damai itu indah, melawan hoaks, keragaman, toleransi dan cinta tanah air," sebutnya.

"Peserta adalah guru pendidikan agama (semua agama baik PNS maupun Non PNS) pada TK/PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs, dan SILN sederajat. Total hadiah yang disiapkan oleh BNPT adalah 68,5 juta untuk tingkat nasional," sambungnya.

Sementara itu dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) hadir  Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.i (Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat), narasumber lainnya adalah Drs. Unang Rahmat, M.M (Pemerhati Pendidikan).

Andi Intang Dulung membeberkan ciri-ciri anak yang terpapar radikal. Menurutnya bahwa hal ini perlu diketahui apalagi yang menjadi peserta saat ini adalah para guru agama dari berbagai sekolah di Kabupaten Bangka.

"Pemerintah melalui BNPT sangat membutuhkan peran Bapak/Ibu sekalian dalam memutus mata rantai paham radikal terorisme di dunia pendidikan. Untuk itu Bapak/Ibu harus mampu mengidentifikasi dan mengenal ciri-ciri anak yang terpapar," pintanya.

Lebih lanjut Andi bilang ciri lainya adalah, mendadak anti sosial, berkumpul dengan komunitas yang dirahasiakan, perubahan sikap emosional ketika berbicara.

"Si Anak akan bersikap kecurigaan dan kritik berlebihan, memutus komunikasi dengan orang tua dan keluarga, menampakkan sikap, pandangan dan tindakan yang  berbeda serta cenderung tidak senang dengan pemikiran tokoh agama yang mainstream dan moderat”, jelas Intang.

Selanjutnya, ia mengatakan kepada para guru harus memformulasikan langkah-langkah dalam menangkal paham tersebut. Sehingga bisa turut berkonstribusi bersama BNPT dan FKPT dalam memutus mata rantai penyebarannya.

“Pencegahan penyebaran paham radikal terorisme di lembaga pendidikan bisa dilakukan dengan pembelajaran pendidikan agama dengan tuntas, jangan parsial, dan harus komprehensif, pendampingan kegiatan kegiatan siswa, seleksi tenaga pendidik dan kependidikan, seleksi kepada orang / kelompok yang akan masuk dalam kegiatan – kegiatan sekolah / kesiswaan dan membiasakan menghormati keragaman”, pungkasnya.
Share:
Komentar

Berita Terkini