Gagalnya AMAN di Jilid I Adalah Kegagalan Bersama

Editor: Admin author photo
Politisi Partai Demokrat, yakni Muh Siraz Tuny. Senin (24/8/2020). 


TIDORE- Merespon dinamika Politik di Kota Tidore Kepulauan yang kian memanas dengan munculnya tiga pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan, sehingga terjadi perang urat saraf di kalangan publik melalui media sosial.

Hal tersebut mendapat sorotan tersendiri dari Politisi Partai Demokrat, yakni Muh Siraz Tuny. Senin (24/8/2020) dirinya mengatakan bahwa terkait dengan Kepemimpinan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen (AMAN) mulai dari Tahun 2016 hingga 2021 mendatang, sesungguhnya tidak bisa disalahkan secara sepihak mengenai kegagalan yang dialami.

Dia mengatakan kemenangan Pasangan AMAN Jilid I yang didukung tujuh partai Politik, yakni PKB, PBB, PKS, PAN, Hanura, PDIP dan Nasdem, merupakan kemenangan yang diraih secara bersama, sehingga sangat lucu jika oknum-oknum politisi yang notebenenya berasal dari tujuh partai politik ini kemudian bicara soal kegagalan pasangan AMAN.

"Bagaimana mungkin Partai Politik yang dahulunya ikut meyakinkan masyarakat sampai ke tingkat Kelurahan/Desa untuk memilih AMAN, lalu sekarang ikut mempertanyakan keberhasilan AMAN," ungkapnya.

"Jika AMAN dibilang gagal itu artinya ke tujuh partai Politik ini juga gagal membangun kepercayaan terhadap publik mengenai kepemimpinan AMAN, jadi menurut saya ke tujuh partai ini dalam menghadapi kontestasi politik ke depan mereka tidak pantas menjustice kegagalan AMAN secara bar-bar maupun sporadis," sambungnya.

Lebih lanjut, Siraz memastikan bahwa dalam momentum Politik kali ini, ke tujuh partai tersebut ketika mendukung bukan untuk kepentingan Rakyat melainkan untuk kepentingan politik semata.

"Keterpilihan AMAN sebagai Walikota dan Wakil Walikota ini merupakan kerja-kerja partai politik yang turun ke setiap kelurahan dan desa untuk mengkampanyekan visi misi mereka, sehingga harus menjadi tanggungjawab bersama untuk dikawal oleh partai-partai pendukung itu sendiri, begitulah hukum politik yang seharusnya," cetusnya.

Siraz berharap dalam menghadapi momentum politik 2020-2024, Partai-Partai Politik sudah harus mengedepankan politik gagasan dan kebaikan untuk kepentingan orang banyak sehingga bisa melahirkan politik yang berkualitas, tanpa harus saling menyalahkan.

"Jadi kalau kita bicara soal konteks kegagalan maka itu ada indikator dalam pelaksanaannya, yang dijawab melalui pertanggungjawaban pemerintah daerah," tutupnya. (Aidar)

Share:
Komentar

Berita Terkini