Rustam Ade : AMAN Gagal Di Jilid I

Editor: Admin author photo
"Otokritik Perjalanan Pemerintahan AMAN Jilid I"

Ketua Badan Saksi DPD Partai Hanura Malut (foto:ist) 
Tidore, - Menengok kembali kinerja pemerintahan Kota Tidore Kepulauan dibawah kepemimpinan Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Senen (AMAN) dalam janji politiknya pada periode pertama mendapat tanggapan miring Rustam Ade Kader Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (DPD Hanura) Provinsi Maluku Utara.

Disampaikan langsung Rustam Ade Ketua Badan Saksi DPD Partai Hanura Maluku Utara mengatakan janji yang diikrarkan paslon aman pada jilid satu tidak maksimal.

"Janji AMAN pada jilid satu lima tahun lalu tidak bisa dianggap angin lalu. Harus difahami jika visi-misi tidak sekedar jadi janji kampanye, visi harus di buktikan dengan tindakan nyata sebagai bentuk implementasi real pembangunan," ujar Rustam. Jumat (21/08/20) melalui rilis resminya.

Ia menyebutkan ada beberapa sektor yang baginya yang tidak di akomodir dengan baik di masa kepemimpinan AMAN pada jilid satu.

"AMAN yang mendorong kota jasa berbasis Agromarine di periode pertama bagi kami hanya nyanyian kosong sebab mulai dari aspek pertanian, potensi perikanan dan ekowisata tidak di akomodir dengan baik," sebut pria asal Tidore itu.

"Kota jasa berbasis Agromarine harusnya mampu menggerakan potensi laut maupun pertanian sesuai basis karakter masyarakat kita. Jika di kroscek lebih jauh terkait turunan programnya, kita hampir tidak menemukan prioritas yang di unggulkan," sambung Rustam.

Lanjut Rustam bilang tidak perlu perlu jauh-jauh memikirkan kota Jasa. Ia menegaskan Visi Kota Jasa harusnya daya dukung infrastruktur menjadi aspek utama poros pembangunan.

"Contohnya kita punya lahan pertanian tapi tidak di topang dengan instrumen pendukung maka basis real potensi sumber daya yang ada akan hanya menjadi lahan kosong," tandasnya.

Dari problem itu Ia menduga AMAN pada jilid satu tidak paham dengan Visi-Misinya sendiri.

"Pertanyaanya antara grand desain Visi-Misi dan apa yang dilakukan mereka berdua selama satu periode tidak sejajar dan tidak konsisten.  Secara fakta kita semua bisa saksikan hal tersebut di akhir periode ini,"ungkapnya.

Bahkan Rustam membeberkan ada rancangan pembangunan pabrik yang sampai saat ini tidak jalan.

"Ada abrik saos Tomat gagal di eksekusi hingga hari ini, Padi gogo dan Kelapa Genja bahkan kena tipu dari mafia proyek," sebut Alumni PMII Manado itu.

Ia berharap dengan adanya pilkada pada tahun ini maka rakyat akan semakin terbuka dengan sistem Demokrasi.

"Satu harapan bersama, kedepan kita harusnya lebih serius mengawal progres pembangunan bagi siapapun yang menjadi pemimpin di negeri ini," tutup Rustam.

Sampai berita ini diterbitkan pihak terkait masih dalam konfirmasi wartawan kami. (Red-tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini