Ijazah dan Nem Asli Belum Dikantongi, Disdikbud Malut Bentuk Tim Verifikasi

Editor: Admin author photo
Drs. Imam Makdhy Hassan (Kadispendikbud Malut)
TERNATE-  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut) Drs Imam Makdhy Hassan bakal memproses  perihal Permohonan Surat Keterangan Usman Sidik kandidat calon Bupati Halmahera Selatan yang diajukan pada tanggal 10 Agustus 2020 lalu.

“ Ini yang bermohon bapak Usman Sidik. Nah, panggilan dinas itu untuk mengecek kebenaran datanya. Artinya, jika ijazah itu benar, maka kita harus sandingkan dengan daftar 8355 dan buku induk di sekolah,” pungkas Iman Makdhy Hassan kepada wartawan media ini, Kamis (27/08/2020).

Ironisnya, papar Imam Makdhy, data-data yang dibutuhkan dinas terkait ijazah asli dan nem asli itu kita belum dapatkan dari saudara Usman Sidik. Karena panggilan hari ini yang bersangkutan tidak hadir, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara akan membentuk tim verifikasi untuk turun langsung ke sekolah untuk dikroscek.

Sebab dinas juga punya data ijazah keluarkan tahun 1992 yang dapatkan disandingkan. Dari situlah kita bisa lihat langsung dengan ijazah aslinya.

“ Karenanya surat pernyataan dari kepala sekolah ibu Nursanny dalam surat pernyataan bahwa saudara Usman Sidik itu pernah mengikuti Ebta-Ebtanas di SMA Muhammadiyah Kota Ternate. Nah yang bersangkutan harus membuktikan itu,” pungkasnya.

Maka berkaitan dengan itu, kata Imam, pihaknya  meminta ijazah asli untuk dicocokkan. “ Kalau ada ijazah pasti ada nemnya, karena disitu ada Ebta-Ebtanas,” Sambung Imam, karenanya kita meminta dia (Usman-Red) untuk hadir membawa ijazah asli dan nem asli untuk kepentingan verifikasi saja. “ Ini kan simpel, mudah saja, tidak harus berbelit-belit seperti ini,” tegasnya.

Alumni STPDN Jatinagor ini menegaskan pihaknya menindaklanjuti hal tersebut atas permintaan saudara Usman Sidik berdasarkan surat permohonan surat keterangan untuk kepentingan pencalonan sebagai bukti tambahan. “Itu yang kita tindak lanjuti. Hari ini kita panggil bapak Usman Sidik, jadi harus bapak Usman Sidik yang datang sendiri, bukan kuasa hukum yang di utus sekaligus membawa ijazah asli dan nem asli,” tuturnya.

Saat ini Disdikbud Malut belum mengantongi ijazah asli dan nem asli yang bersangkutan.  " Jikalau dokumen yang kita minta kemudian itu ada. Kita akan profesional, karena yang diminta harus sesuai data dan fakta. “Kami tidak ada niat untuk menjatuhkan, kita hanya memverifikasi. Kok ribet sekali gitu, Dia mencontohkan, saya punya kepentingan, saya harus membawa langsung dong, kalau itu kepentingan pribadi saya, mungkin seperti itu, kalau saya,” umpamanya kata Imam.

Imam Makdhy menambahkan sebenarnya ini simpel saja, kenapa harus saling diributkan. “ Saya melaksanakan tupoksi saya, kok kenapa orang lain mencampuri urusan saya,” cetusnya.

Bagi Imam, terlalu banyak tugas dinas pendidikan yang harus dikerjakan, karena ini hanya sebagian kecil kerja dinas masih banyak hal-hal yang perlu dibenahi untuk pendidikan di Maluku Utara. Bukan hanya melegalisir ijazah masih banyak kerja dinas.

“ Jadi masalah ini jangan diseret-seret ke politik, tidak ada kaitan dengan politik. Itu yang saya tegaskan,” tutupnya. (Tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini